Di Penjara Amerika Nonton TV Tidak Gratis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -  Bila di Indonesia keluarga kelas menengah atas (bukan lagi menengah ke bawah) sekarang harus mensubsidi listrik untuk dunia usaha, karena semakin mahalnya energi, di Amerika pemerintahnya punya cara lain untuk mengatasi mahalnya listrik. Caranya dengan membatasi konsumsi listrik penjara.

    Mungkin pemerintah Amerika beranggapan bahwa mengurangi sebagian hak orang-orang terhukum adalah bagian dari hukuman itu sendiri.

    Narapidana di Tent City Jail, Arizona diharuskan membangkitkan sendiri energi listrik untuk kebutuhan mereka. Memang tidak sepenuhnya. Yang dasar seperti penerangan sudah bagian dari anggaran pemerintah, lebih dari itu, seperti nonton TV, sudah dianggap sebagai kemewahan, dan abang-abang napi harus membangkitkan listrik sendiri dengan cara menggenjot sepeda statis.

    Seperti terinspirasi strategi salah satu cabang Crown Hotel di Denmark, Sheriff kota Maricopa, Joseph Arpaio di Phoenix, negara bagian itu, memerintahkan hal itu, tapi dengan alasan lain. Ia berpendapat para abang napi di sana gendut-gendut.

    Untuk menonton TV selama satu jam para napi gendut harus mengayuh pula sepeda statis untuk membangkitkan listrik selama satu jam. Hitung-hitung mengurangi berat badan. Untung televisi di penjara itu tidak banyak, bila setiap sel ada televisi, baisa-bisa semua narapidana akan menjadi atlit balap sepeda selepas masa hukuman mereka. 


    ENVIRONMENTAL GRAFFITI | RONALD

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.