Korea Utara Ancam Tambah Hukuman Seorang Warga Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit Korea Selatan patroli di dekat perbatasan desa Panmunjom yang memisahkan Korea sejak Perang Korea, di Paju, sebelah utara Seoul, Korea Selatan, Minggu (14/6). AP Photo/Lee Jin-man

    Prajurit Korea Selatan patroli di dekat perbatasan desa Panmunjom yang memisahkan Korea sejak Perang Korea, di Paju, sebelah utara Seoul, Korea Selatan, Minggu (14/6). AP Photo/Lee Jin-man

    TEMPO Interaktif, Seoul -Pemerintah Korea Utara hari ini mengancam akan menambah hukuman terhadap seorang warga Amerika Serikat yang telah dihukum kerja paksa karena secara ilegal memasuki negeri tersebut, mengutip kebijakan yang disebut bermusuhan dengan Amerika.

    Aijalon Mahli Gomes, dari Boston, pada April diganjar hukuman 8 tahun kerja paksa dan didenda US $ 700 ribu karena memasuki negeri itu secara ilegal dan sebuah “aksi permusuhan” yang tidak dirincikan.

    Washington mendesak Pyongyang untuk melepaskannya karena berdasarkan kemanusiaan. Thaleia Schlesinger, seorang juru bicara untuk keluarga Gomes di Boston, mengatakan mereka belum mendengar kabarnya dan belum bersedia memberi komentar.

    Negara komunis Korea Utara sebelumnya telah membebaskan tiga warga Amerika Serikat lainnya yang ditahan karena masuk secara tidak sah. Namun mengesampingkan membebaskan Gomes di tengah-tengah ketegangan atas kasus tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan pada 26 Maret lalu. Seoul dan Washington menuduh Korea Utara bertanggungjawab atas insiden itu.

    AP/dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.