Kanal Mampet, Orchad Road Ruwet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir menggenangi Pertokoan di Singapura. (AP Photo/Jeffry Lim)

    Banjir menggenangi Pertokoan di Singapura. (AP Photo/Jeffry Lim)

    TEMPO Interaktif, Singapura -Tumpukan meja dan air itu kuyup digenangi air. Gerai sebelah atas penuh dengan dedaunan dan lumpur. Rak-rak dan pajangan berantakan. Kemarin pagi, gerai kopi asal Amerika Serikat yang sehari-harinya selalu ramai orang itu tampak gelap, kumuh, dan lembap. Gerai Starbucks di Liat Tower, Singapura, itu lumpuh akibat banjir, Rabu lalu.
    "Butuh waktu dua hari buat beres-beres," kata Jessie Chan, seorang penyelia pada jaringan kopi yang populer di kalangan anak muda itu. Gerai Starbucks itu adalah salah satu yang terkena dampak paling parah akibat banjir di kawasan utama bisnis dan belanja Orchad Road. Gerai lainnya yang ikut terendam air antara lain Wendy's, Massimo Dutti, dan Hermes.
    Para pekerjanya sejak kemarin malam sibuk mengeluarkan sisa-sisa genangan air, membersihkan lumpur dan kotoran, serta memperbaiki segala yang rusak. Beberapa memakai jasa kontraktor kebersihan Disaster Restorations guna mempercepat upaya pemulihan gerai mereka. Cuma Bossini dan Watsons yang tampaknya masih adem ayem.
    "Kami berupaya untuk buka selekas mungkin," kata penyelia di kedua butik mewah tersebut. Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Singapura pada pagi dua hari lalu itu membuat kawasan Orchad Road terendam air. Ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Badan Lingkungan Nasional Singapura menyebutkan curah hujan mencapai 100 milimeter ketimbang yang lalu-lalu.
    "Sebanyak 60 persen dari rata-rata hujan yang jatuh pada Juni," demikian pernyataan badan itu. Alhasil, bukan cuma kawasan Orchad Road yang terendam, tapi juga Coronation Road West, Fourth Avenue, King Road, Kheam Hock Road, dan Veerasamy Road. Banjir terakhir kali menggenangi kawasan tersebut pada 1984.
    Badan Perairan Nasional Singapura menyebutkan banjir akibat mampatnya saluran air di bawah kawasan Orchad Road. Badan itu mengatakan saluran air mampet akibat banyaknya kotoran di dalam gorong-gorong Kanal Stamford. Hujan lebat menyeret banyak kotoran sehingga akhirnya menumpuk dan menyumbat gorong-gorong.
    Badan tersebut mengatakan bakal melakukan pemeriksaan rutin saban bulan dan memasang jala guna menyaring kotoran. Badan Perairan Nasional juga mewanti-wanti penduduk agar waspada karena hujan akan terus turun sepanjang bulan ini. Badan itu berjanji akan menerjunkan para petugasnya di sejumlah titik yang rawan banjir.

    lSTRAITSTIMES | ANN | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.