Slobodan Milosevic Ditahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Presiden Serbia, Slobodan Milosevic, meringkuk dalam tahanan pemerintah Yugoslavia. Televisi CNN dalam beritanya Sabtu (31/3) dinihari mengutip Wakil Perdana Menteri Yugoslavia, Carko Kovac, mengklarifisikan penahanan mantan orang kuat di Serbia tersebut di Belgrade. Sayangnya, Kovac tidak menjamin kalau pemerintahnya bakal mengeluarkan konfirmasi resmi mencakup detail penahanan Milosevic.

    Penahanan Milosevic ini tampaknya sejalan dengan keinginan pemerintah Amerika Serikat yang memberikan batas waktu kepada Yugoslavia pada 31 Maret 2001 untuk menahan Milosevic. Permintaan Amerika Serikat ini terutama ditujukan agar pemerintah Yugoslavia bersedia bekerjasama untuk menyeret Milosevic ke Pengadilan Kejahatan Perang Internasional di Hague, Belanda.

    Untuk memperkuat permintaan kabarnya Washington mengancam untuk memotong bantuan lunaknya sebesar US$50 juta kepada pemerintah Yugoslavia. Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Madeleine Albright, menyambut gembira kabar penangkapan Milosevic ini. Kendati begitu seorang wartawan lokal di Belgrade, Brastislav Grubacic, mengingatkan masyarakat internasional untuk tidak terlalu menyambut gembira karena hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Yugoslavia mengenai detail penangkapan Milosevic.

    Kabar penangkapan Milosevic ini segera memicu pro dan kontra di kalangan penduduk Belgrade. Beberapa pendukungnya dikabarkan berada di sekeliling rumah Milosevic sembari meneriakkan dukungannya dengan memanggil-manggil "Slobo-Slobo..., kami tidak akan biarkan mereka menahanmu!" berulang kali dan mengecam Amerika Serikat. (Widja/CNN)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?