Raksasa Minyak BP Sediakan Dana Kompensasi US $ 20 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama BP, Carl-Henric Svanberg konferensi pers usai bertemu Obama di Gedung Putih (17/6). AP/Susan Walsh

    Direktur Utama BP, Carl-Henric Svanberg konferensi pers usai bertemu Obama di Gedung Putih (17/6). AP/Susan Walsh

    TEMPO Interaktif, Washington - Perusahaan minyak raksasa, BP, akan menyediakan uang US$20 miliar sebagai dana kompensasi bagi korban bencana minyak tumpah di Teluk Meksiko, dan tidak akan membagikan dividen pada pemegang saham tahun ini.

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan kesepakatan kompensasi itu setelah melakukan perundingan dengan pejabat senior BP di Gedung Putih. Sesaat setelah itu, direktur utama BP Carl-Henric Svanberg mengatakan tahun ini dividen pemegang saham tidak akan dibagikan.

    Dana kompensasi korban ini akan dikelola oleh Kenneth Feinberg, seorang pengacara yang dulu memimpin pengelolaan kompensasi korban serangan 11 September. Saat ini Feinberg bertugas sebagai "pengawas pemberian gaji" pemerintah Obama yang bertugas membatasi gaji eksekutif perusahaan yang menerima dana penyelamatan dari pemerintah.

    Presiden Obama mengatakan dana sejumlah $120 juta juga akan disediakan sebagai dana kompensasi para pekerja industri minyak. Dia mengatakan sebelumnya mendengar keluhan mengenai percepatan pembayaran kompensasi, dan dana baru itu akan memastikan seluruh klaim "yang sah" akan segera dibayar.

    "Jika anda atau perusahaan anda mengalami kerugian ekonomi akibat tumpahan minyak ini, anda bisa mengajukan klaim," ujar Obama. Meski BP sepakat menyediakan dana sebesar $20 miliar -setara dengan keuntungan tahunan BP- namun dilaporkan kemungkinan tidak ada batas jumlah dana yang bisa diminta disediakan BP.

    Seusai perundingan Svanberg mengemukakan penyesalan atas tumpahan minyak itu, dengan mengatakan BP merasa berduka dan sedih atas insiden tragis yang seharusnya tidak terjadi. "Kami harus memikul tanggungjawab yang diatur oleh hukum," ujarnya.

    BP sebelumnya tidak membayar dividen pada pemegang saham saat Perang Dunia II. Perusahaan ini sebelumnya dijadwalkan membagikan dividen bernilai $2,6 miliar pada hari Senin (14/06), namun rencana itu kini dibatalkan.

    BBC | ANGIOLA HARRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.