Malaysia Deportasi 10 Anggota Jemaah Islamiyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia telah mendeportasi sepuluh warga asing yang merupakan anggota Jamaah Islamiyah. Kebijakan itu diambil karena mereka mencoba merekrut 30 mahasiswa di negara itu untuk berjihad di luar negeri.

    Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Musa Hassan mengatakan sepuluh anggota Jemaah Islamiyah itu ditangkap di pelbagai lokasi di Malaysia sejak enam bulan lalu. Namun ia tidak menyebutkan kewarganegaraan semua tersangka itu. Sejumlah laporan menyebutkan mereka berasal dari Yaman, Yordania, Nigeria, dan Suriah.

    Ia memperingatkan akan terus mengawasi para mahasiswa yang menghadiri pengajian yang mengajarkan soal jihad. “Kecenderungan ini sangat mengkhawatirkan karena lemen-elemen militan ini mengubah taktik dan strategi mereka dalam merekrut anggota-anggota baru,” kata Musa Hassan.

    Para tersangka itu itu ditangkap berdasarkan Akta Keamanan Dalam Negeri (ISA). Alhasil, mereka boleh ditahan dua tahun tanpa melalui proses peradilan. Undang-undang itu menyasar orang-orang yang dianggap membahayakan keamanan negara Malaysia.

    Today Online/Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.