Pembelot Palestina Terancam Dipulangkan dari Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mosab Hassan. AP/Bebeto Matthews

    Mosab Hassan. AP/Bebeto Matthews

    TEMPO Interaktif, San Diego - Pemerintah Amerika Serikat akan berupaya mendeportasi Mosab, putra pemimpin Hamas di Tepi Barat, Syekh Hassan Yusuf. Bukunya berjudul “Son of Hamas” yang dilansir di negara itu laris.

    Permintaan deportasi itu disampaikan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika. Tuntutan itu berdasarkan pernyataan Mosab dalam bukunya yang menyatakan ia menyampaikan informasi dalam Hamas kepada Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri israel).

    Mosab bekerja untuk Shin Beth pada 1997-2007. Karena merasa terancam, ia melarikan diri ke Amerika dan tinggal di California sejak tiga tahun lalu. Pada 2005, ia mengaku memeluk agama Nasrani. Karena klaim-klaimnya itu, ayahnya menolak mengakui ia sebagai anak.

    Pengadilan imigrasi di Kota San Diego akan menyidangkan permohonan ekstradisi itu 30 Juni. Mosab menyatakan akan banding jika tuntutan deportasi dikabulkan. “Jika Departemen Keamanan Dalam Negeri tidak bisa memahami situasi saya, bagaimana mereka dapat dipercaya untuk isu-isu lebih besar,” tulis Mosab dalam blognya.

    Haaretz/Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.