Negara Arab Moderat Dilematis Soal Blokade Gaza  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina menunjukkan garis perbatasan antara kota Rafah, selatan Jalur Gaza, dengan Mesir. AP Photo / Lefteris Pitarakis

    Warga Palestina menunjukkan garis perbatasan antara kota Rafah, selatan Jalur Gaza, dengan Mesir. AP Photo / Lefteris Pitarakis

    TEMPO Interaktif, Kota Gaza - Negara-negara Arab moderat seperti Mesir dan Yordania yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel menghadapi dilema terkait blokade Jalur Gaza.

    Kedua negara itu tidak bisa lagi menentang berlanjutnya isolasi oleh Israel terhadap wilayah seluas 360 kilometer persegi itu. Apalagi setelah insiden penyerbuan kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara Senin dua pekan lalu. Kasus itu menewaskan 19 orang dan mencederai 36 lainnya.

    Menurut seorang mantan diplomat senior Arab, peristiwa itu menempatkan Mesir dan Yordania di posisimustahil. “Tidak mungkin Anda bertahan di posisi menentang upaya mendobrak blokade Gaza, khususnya ketika orang-orang terbunuh,” katanya.

    Israel dan Mesir menutup perbatasan mereka dengan Gaza sejak tiga tahun lalu untuk menghukum Hamas yang dicap organisasi teroris. Namun setelah kasus Mavi Marmara, Kairo membuka gerbang Rafah dan Tel Aviv melonggarkan blokade.

    Washington Post/Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.