Clinton: Afrika Harus Memulai Reformasi Ekonomi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. REUTERS

    Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. REUTERS

    TEMPO Interaktif, Washington - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan, negara-negara Afrika harus berhenti mencari bantuan asing dan memulai reformasi struktural yang sulit, terutama pada perdagangan jika mereka benar-benar ingin meningkatkan perekonomian mereka.

    "Sebagian besar dari pekerjaan yang dilakukan harus dilakukan di Afrika," kata Clinton di sebuah forum diplomasi Amerika Serikat di benua itu, Senin (14/6).

    "Jika Anda melihat perdagangan antara negara-negara Afrika, itu sangat minim," kata Clinton. "Negara-negara Afrika melakukan perdagangan dengan diri mereka sendiri. Mereka memiliki hambatan mengenai tarif serta adat dari masalah mereka sendiri sebagai negara-negara berkembang".

    Komentar tajam Clinton itu dilontarkan dalam menanggapi pertanyaan tentang Pertumbuhan dan Peluang Afrika yang diperluas Undang-Undang (AGOA), menyangkut penyediaan akses ke pasar Amerika Serikat yang menguntungkan bagi puluhan negara-negara Afrika.

    Sementara pemerintah negara-negara Afrika banyak berharap bahwa manfaat dapat dibuat permanen, Clinton mengisyaratkan bahwa Washington akan mencari tanda-tanda mengenai negara-negara Afrika yang serius memperbaiki kebijakan ekonomi di negeri mereka sendiri.

    "Amerika Serikat akan melakukan bagian kita, namun negara-negara Afrika harus sudah mulai melakukan bagian mereka dan membuat perubahan yang akan tumbuh perekonomian di wilayah sub-Sahara," katanya.

    "Ini berarti melakukan hal-hal yang akan bertabrakan dengan kepentingan khusus dan birokrat pemerintah dan bisnis yang telah memiliki kunci di pasar," kata Clinton.

    Clinton dan Barack Obama yang menggunakan lawatannya ke Afrika untuk menyoroti tata pemerintahan yang baik di negara-negara benua itu mengatakan, kepemimpinan lokal sama pentingnya dengan bantuan asing untuk mengakhiri peperangan dan mengendalikan korupsi serta wabah penyakit di benua itu.

    REUTERS l BASUKI RAHMAT

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.