39 Tewas Diberondong Peluru di Meksiko  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim rescue, polisi dan personil militer berdiri di depan pusat rehabilitasi narkoba Faith and Life di Chihuahua, Meksiko, (11/6). AP

    Tim rescue, polisi dan personil militer berdiri di depan pusat rehabilitasi narkoba Faith and Life di Chihuahua, Meksiko, (11/6). AP

    TEMPO Interaktif, Ciudad Juarez - Menjelang tim nasional Meksiko berlaga di Piala Dunia melawan Afrika Selatan, sedikitnya 30 pria bersenjata menyerbu masuk ke pusat rehabilitasi narkoba di bagian selatan Kota Chihuahua, Meksiko, yang menewaskan 19 orang dan melukai empat lainnya. Kelompok bersenjata juga membunuh sedikitnya 20 orang di tempat rehabilitasi lainnya di bagian utara kota tersebut.

    "Peristiwa pertama terjadi Kamis malam waktu setempat di Kota Chihuahua, sekitar 210 mil (350 kilometer) selatan Ciudad Juarez dan perbatasan dengan El Paso, Texas," kata Juru bicara polisi Fidel Banuelos, Jumat.

    Sedangkan pada peristiwa yang menewaskan 20 orang, peluru memberondong tubuh 18 laki-laki dan dua perempuan yang ditemukan pada Jumat di lima lokasi berbeda dari Ciudad Madero, sebuah kota di timur laut negara bagian Tamaulipas. Di wilayah tersebut kekerasan telah meningkat sepanjang tahun ini di tengah-tengah pertempuran antara kartel Teluk dan kelompok bekas sekutu, geng Zetas.

    Serangan yang banyak memakan korban jiwa itu merupakan yang paling berdarah yang terjadi di Meksiko dalam pekan ini, hanya beberapa minggu setelah pihak berwenang menemukan 55 mayat di sebuah tambang yang merupakan korban kekerasan perdagangan obat-obatan.

    "Ini adalah hari yang paling mematikan dalam kekerasan obat di Tamaulipas sejak 18 orang tewas dalam bentrokan bersenjata dengan tentara pada April lalu. Sejauh ini pihak kepolisian tidak memiliki informasi tentang tersangka.

    Sehari sebelumnya orang tak dikenal membunuh seorang pria di pusat rehabilitasi di Ciudad Juarez, yang telah menjadi salah satu kota paling berdarah di dunia karena kekerasan sindikat obat-obatan terlarang.

    AP l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.