Mesir Bunuh Migran Afrika di Perbatasan Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina menunjukkan garis perbatasan antara kota Rafah, selatan Jalur Gaza, dengan Mesir. AP Photo / Lefteris Pitarakis

    Warga Palestina menunjukkan garis perbatasan antara kota Rafah, selatan Jalur Gaza, dengan Mesir. AP Photo / Lefteris Pitarakis

    TEMPO Interaktif, Ismailia - Polisi Mesir menembak mati seorang migran Afrika, Jumat (11/9), yang menorobos perbatasan Israel. Demikian sumber keamanan.

    Identitas korban tak disebutkan, tetapi sumber keamanan mengatakan dia sepertinya warga Chad.

    Sementara itu, Migran Chad lainnya yang terluka dilarikan ke rumah sakit di Rafah, sebelah utara Sinai untuk menjalani perawatan, jelas seorang sumber medis.

    Perbatasan Sinai merupakan rute transit bagi migran Afrika dan pencari kerja atau peminta kewarganegaraan Israel. Untuk menhentikan laju imigran gelap, Mesir mendapatkan tekanan dari Israel. Namun tak ayal kelompok hak asasi manusia mengeluhkan cara-cara yang dilakukan oleh polisi perbatasan.

    Tahun ini, polisi Mesir telah membunuh 18 migran gelap, sedangkan pada 2009 migran yang ditembak mati sebanyak 19 orang.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amnesti Internasional meminta Mesir melakukan investigasi terhadap pengawal perbatasan karena menggunakan kekerasan terhadap para migran tak bersenjata.

    Pasukan keamanan berdalih, mereka terpaksa menembak mati imigran setelah mengeluarkan peringatan berkali-kali namun diabaikan. Selain itu, dalam kasus ini para imigran menembak pasukan keamanan.


    REUTERS | CHOIRUL

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.