Israel Tolak Investigasi PBB atas Insiden Mavi Marmara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Mavi Marmara membawa aktivis pro-Palestina dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. REUTERS/Emrah Dalkaya

    Kapal Mavi Marmara membawa aktivis pro-Palestina dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. REUTERS/Emrah Dalkaya

    TEMPO Interaktif, Yerusalem - Rapat mingguan kabinet Israel kemarin memutuskan menolak tim penyelidikan yang akan dibentuk oleh Perserikatan bangsa-Bangsa guna menyelidiki insiden Mavi Marmara.

    Mavi Marmara termasuk dalam rombongan enma kapal misi kemanusiaan ke Jalur Gaza. Serbuan pasukan komando israel Senin subuh pekan lalu ke kapal itu menewaskan 19 relawan dan mencederai 36 lainnya.

    Duta Besar Israel untuk PBB Michael Oren mengatakan kepada stasiun televisi berita FOX News, pemerintahnya akan membuat investigasi sendiri tanpa melibatkan pihak asing. “Kami telah berpengalaman dengan PBB,” kata seorang pejabat Israel yang menolak disebutkan identitasnya.

    Tim pencari fakta Perang Gaza yang dibentuk Dewan Hak Asasi PBB, September tahun lalu, menyimpulkan Israel dan Hamas sama-sama melakukan kejahatan kemanusiaan perang 22 hari yang menewaskan lebih dari 1.400 orang, setengahnya wanita dan anak-anak.

    Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengusulkan pembentukan komisi penyelidik yang akan terdiri dari wakil Amerika serikat, Turki, dan Israel. Tim ini akan diketuai mantan Perdana Menteri Selandia Baru Geoffrey Palmer.

    Los Angeles Times/Faisal Assegaf

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.