Injil Terkoyak, Gereja Armenia Gugat Museum Getty  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/J. Paul Getty Museum

    AP Photo/J. Paul Getty Museum

    TEMPO Interaktif, Los Angeles - Gereja Armenia menggugat J.Paul Getty Museum untuk mengembalikan tujuh halaman sobekan kitab Injil Armenia keluaran tahun 1256.

    The Western Prelacy of the Armenian Apostolic Church of America mengajukan gugatan ke pengadilan di Los Angeles, Selasa waktu setempat. Gereja merasa keaslian beberapa halaman Alkitab hilang.

    Juru bicara Getty mengatakan museum secara legal mendapatkan halaman, yang dikenal sebagai The Canon Tables, pada 1994 dari seorang kolektor yang dirahasiakan "setelah mengetahui keberadaan mereka."

    "Seorang ahli dari Armenia yang juga uskup agung gereja Armenia Amerika mengakui detail The asal Canon Tables, termasuk fakta bahwa mereka dimiliki oleh keluarga Armenia di Amerika Serikat," ujar juru bicara Julie Jaskol.

    Tujuh halaman digambar oleh T'oros Roslin, salah satu bagian dari Alkitab Armenia dikenal sebagai "Zeyt'un Gospels." Sisanya berada di museum Mesrob Mashotots Madenataran, Yerevan, Armenia.

    Gugatan gereja atas hilangnya halaman Alkitab yang menjadi koleksi sebuah keluarga di Watertown, Mass. Mereka meminjamkannya ke Pierpont Morgan Library, sekarang dikenal Morgan Library dan Museum di New York pada 1994 untuk pameran.

    Michael Bazyler, profesor hukum Champman University, mengatakan Kamis, jaksa penuntut umum berharap halaman tersebut dapat dikembalikan dengan cara negosiasi daripada melalui jalur hukum.

    "Kami berpendapat tujuh halaman ini adalah pencurian properti dan mereka tak pernah mengembalikannya," kata Bazler. "Kami mempertanyakan pengemalian tujuh halaman ke gereja."

    Jaskol, juru bicara Getty, mengatakan kepemilikan halaman tak pernah dipertanyakan hingga sekarang, dan "Getty percaya gugatan tak berhasil dan harus ditolak."

    Bazley yakin adalah kasus pertama di Amerika serikat menyangkut pengembalian benda kebudayaan atau agama yang diajukan ke pengadilan sejak Perang Dunia I, saat para sejarawan memperkirakan 1,5 juta rakyat Armenia dibunuh oleh Otoman Turki.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.