Bentrok Antargerilyawan Kolombia Tewaskan Sembilan Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bogota - Bentrokan antarkelompok gerilyawan menewaskan sedikitnya sembilan orang di sebelah timur laut Kolombia. Menurut panglima militer Kolombia, Rabu (2/6), bentrokan diduga terjadi karena perebutan wilayah kekuasaan jaringan narkotika.

    Perang antargeng narkotika di Kolombia mulai menyusut delapan tahun sejak Presiden Alvaro Uribe berkuasa. Akan tetapi, bentrokan kecil di kawasan pedesaan antara gerilyawan, gembong narkotika, paramiliter masih terus terjadi.

    Rafael Neira, Panglima Brigade 18 Tentara Kolombia, mengatakan gerilyawan Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) bentrok di kawasan Arauquita, Provinsi Arauca, yang berbatasan dengan Venezuela.

    "Pertempuran antara dua faksi teroris tersebut menewaskan sembilan orang," ujar Neira kepada Reuters.

    Beberapa tahun lalu, serangan gerilyawan terhadap pipa saluran maupun instalasi minyak di Arauca sering terjadi. Akan tetapi, upaya pemerintah Kolombia dengan sokongan Amerika Serikat untuk memberantas geng narkotika membuahkan hasil.

    FARC dan ELN tahun lalu mengatakan mereka mungkin bergabung untuk memerangi pemerintahan Kolombia setelah bertahun-tahun bergerilya.

    ELN dibentuk oleh para pendeta Katolik yang terinspirasi dengan gerakan pembebasan teologi pada 1960-an. Mereka sering bentrok dengan FARC yang beraliran komunis selama bertahun-tahun.


    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.