Korban Tewas Badai Agatha Terus Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban tanah longsor yang dipicu oleh badai tropis Agatha di Santa Apolonia, Guatemala (1/6). AP/Castillo Moises

    Korban tanah longsor yang dipicu oleh badai tropis Agatha di Santa Apolonia, Guatemala (1/6). AP/Castillo Moises

    TEMPO Interaktif, Guatemala -  Korban banjir dan longsor akibat badai Agatha terus bertambah di Guatemala. Menurut keterangan resmi, korban tewas saat ini menjadi 150 orang dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal.

    Badai Tropis yang terjadi pada hari Minggu lalu mengakibatkan banjir besar dan longsor di Guatemala, Honduras dan El Salvador. Guatemala menjadi negara yang terkena dampak paling parah. Laporan awal, sebanyak 120 orang tewas dan mengevakuasi 110 ribu warga. Sedangkan 53 lainnya hilang.

    Di propinsi Chimaltenago, belasan kawasan longsor dan menewaskan 60 orang. “Banyak orang yang meninggal, banyak jalan yang tertutup. Rumah-rumah hanyut, kami butuh air, makanan, baju dan selimut,” kata gubernur Chimaltenango, Erick de Leon.

    Adapun di El Salvador, sebanyak 11 ribu warga mengungsi. Presiden El Salvador Mauricio Funes mengatakan korban tewas 10 orang dan dua orang hilang. Sekitar 95 persen jalanan di El Salvador terkena dampaknya. Menurut Menteri Transportasi Gerson Martinez ada 179 jembatan yang hancur.

    AP I AL JAZEERA I PGR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.