Rumah Sakit di Pakistan Diserang, Enam Orang Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melompati pagar rumah sakit Jinnah yang di serang pria bersenjata di Lahore, Pakistan. AP Photo/K.M.Chaudary

    Warga melompati pagar rumah sakit Jinnah yang di serang pria bersenjata di Lahore, Pakistan. AP Photo/K.M.Chaudary

    TEMPO Interaktif, Lahore - Dua pria bersenjata mengenakan seragam polisi menyerang rumah sakit di timur Pakistan, Lahore, Senin waktu setempat, menewaskan enam orang. Demikian keterangan pejabat.

    Kedua penyerang merupakan bagian dari kelompok pria bersenjata yang menyerang sekte minoritas di Lahore, Jumat pekan lalu, menyebabkan 93 orang tewas, kata Rana Sanaullah, Menteri Hukum Provinsi Punjab.

    Penyerang merangsek ke rumah sakit Jinnah sambil mengeluarkan senjata laras pendek sebelum tengah malam Senin da nmenyandera beberapa pasien, kata Sanaullah. Salah seorang di antaranya memanjat atap kemudian menembak polisi yang berada di sekitar gedung, dia menambahkan.

    Empat dari enam orang yang tewas adalah polisi, kata kepala kepolisian Punjab Tariq Saleem. Tujuh orang lainnya cedera, ujarnya.

    Lahore memiliki pengalaman atas tragedi serangan mematikan tahun lalu dilakukan oleh kelompok militan yang menyatakan perang terhadap pemerintah dan kelompok minoritas di negara tersebut.

    Serangan Jumat ditujukan kepada dua masjid di Lahore, tempat  ibadah jamaah Ahmadiyah, sebuah kelompok mioritas yang dianggap bid'ah oleh umat Islam.

    Tujuh pria bersenjata menyerang masjid tersebut menggunakan senjata laras panjang, granat, dan rompi bunuh diri. Sedikitnya dua penyerang ditangkap, beberapa di antaranya tewas bunuh diri.

    Polisi mengatakan pria yang menyerng masjid di Lahore adalah bagian dari Taliban Pakistan dan dilatih di Waziristan Utara. Otoritas setempat telah menahan tujuh pelaku lainnya terkait serangan.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.