PM Israel: Penyerbuan Flotilla Tindakan Bela Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Freedom Flotilla dalam pelayaran menuju Gaza (electronicintifada.net)

    Freedom Flotilla dalam pelayaran menuju Gaza (electronicintifada.net)

    TEMPO Interaktif, Toronto - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan yang menyerbu Freedom Flotilla (armada bantuan untuk Gaza), yang sedikitnya menewaskan sembilan orang serta melukai puluhan orang lainnya, mendapat serangan dan pihaknya bertindak untuk mempertahankan diri.

    Hal tersebut dikatakan Netanyahu setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper. Pemimpin Israel itu memangkas kunjungannya di Kanada, Senin (31/5), dan membatalkan kunjungan ke Washington untuk bertemu Presiden AS Barack Obama, Selasa (1/6), agar ia bisa segera kembali ke Israel.

    Netanyahu mengatakan tentara Israel ingin memeriksa kapal kargo itu untuk memastikan kapal tersebut tidak berisi senjata. Pemeriksaan berhasil dilakukan terhadap lima kapal, namun kapal keenam enggan bekerja sama. Ratusan orang di kapal, menurut Netanyahu, memukuli dan menusuk serdadu Israel, dan ada laporan tembakan. Dan, tentara Israel terpaksa menyerang.

    Sebelumnya, polisi Israel mengatakan 16 pegiat pro-Palestina dari Gaza yang ikut dalam armada bantuan itu telah dikirim ke penjara pasca konfrontasi mematikan ini. Puluhan pegiat lainnya akan dideportasi. Juru bicara polisi Micky Rosenfeld mengatakan para pegiat dibawa ke darat dan dipenjara di kota gurun sebelah selatan Bersyeba lantaran menolak untuk mengidentifikasi diri.

    Komando Angkatan Laut Israel menghentikan armada enam kapal Senin dini hari, yang menimbulkan bentrokan sehingga menewaskan sembilan pegiat. Israel mengatakan akan mendeportasi kira-kira 700 aktivis dalam armada tersebut. Tapi orang-orang yang menolak untuk bekerja sama akan dipenjara. Sekitar 80 aktivis telah dibawa ke pantai sejauh ini.


    BOBBY CHANDRA | AP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.