Bentrok Senjata di Turki, Enam Serdadu tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Ankara - Enam pasukan Turki tewas dan tujuh lainnya terluka akibat serangan roket ke markas angkatan laut di pelabuhan kota Laut Tengah Iskenderun. Demikian laporan kantor berita Anatolian, Senin.

    Tiga dari tujuh korban luka  serius setelah serangan yang berlangsung tengah malam di pelabuhan kota dekat perbatasan Syria.

    Pemberontak dari sparatis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) melakukan serangan terhadap pos-pos militer Turki di Tenggara beberapa pekan ini karena cuaca mulai hangat, sehingga memungkinkan mereka meninggalkan tempat persembunyiannya di gunung, serangan mereka jarang ditujukan ke sasaran angkatan laut.

    Serangan roket berlangsung setelah kekerasan pekan lalu di Tenggara yang menyebabkan enam orang tewas, sementara ribuan tentara Turki meningkatkan skala operasi di Provinsi Hakkari, Siirt, Tunceli, Diyarbakir, dan Bingol.

    Gerilyawan Kurdi menyerang kantor-kantor perusahaan tambang di Hatta, Sabtu, menewaskan seorang pengawal keamanan dan dua lainnya terluka.

    Sementara itu dalam dua bentrokan lainnya, dua tentara dilaporkan tewas dan tiga petugas keamanan desa yang bekerja untuk petugas keamanan Turki tewas.

    Pekan lalu, pesawat tempur Turki membombardir 50 markas PKK di utara Irak, tempat persembunyian para pemberontak.

    Kelompok militan mengatakan, Maret lalu, mereka meperbaruhi serangan terhadap pasukan Turki setelah musim semi sebab penyelesaian politik tampaknya tak mungkin terutama sejak Partai Utama Kurdi dilarang dan adanya aksi militer Turki.

    PKK angkat senjata melawan pemerintah Turki sejak 1984 dengan tujuan berdirinya negara merdeka di tanah Kurdi tenggara.

    Lebih kurang 40 ribu orang, terutama suku Kurdi tewas sejak pecah konflik. Namun perlawanan bersenjata menurun drastis sejak pemimpin PKK Abdullah Ocalanditangkap dan ditahan pada 1999.

    REUTERS | CHOIRUL 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.