Pemerintah Thailand Hapus Jam Malam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Wally Santana

    AP/Wally Santana

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah 10 hari memberlakukan jam malam, pemerintah Thailand mulai kemarin menghentikan pemberlakuan jam malam di Bangkok dan 23 propinsi. Menurut Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva situasi keamanan terkendali dan berangsur normal. Sehingga, pemerintah menganggap jam malam tidak lagi diperlukan.  

    Meski jam malam telah dihapus, negara tetap dalam keadaan darurat sampai kondisi benar-benar normal. Semenjak aksi unjuk rasa yang dilakukan Kaus Merah pada 14 Maret lalu setidaknya ada 80 orang tewas. Kaus Merah, kelompok anti-pemerintah pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra menganggap pemerintah Thailand saat ini tidak sah, mereka menuntut digelarnya pemilihan umum.

    Pada 19 Mei lalu, setelah proses negosiasi antara pemerintah dan pemrotes gagal, tentara Thailand mulai mengambil tindakan tegas. Kerusuhan berdarah pecah, belasan gedung di pusat kota Bangkok dibakar, puluhan orang tewas.

    Pemerintah Thailand mendengar tuntutan para pengunjuk rasa, pemerintah akan segera menggelar pemilihan umum. Kepada para pengunjuk rasa, Abhisit sempat menawarkan tanggal 14 November. Namun dalam perkembangan terakhir, Abhisit menyatakan pemilihan umum tidak mungkin dilaksanakan pada tahun ini. “Tapi pasti digelar sebelum masa jabatan saya habis,” ujarnya.


    BBC I PGR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?