Abaikan Larangan, Aktivis Gay Siap Demo di Moskow

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Moskow - Para gay dan lesbi di Rusia bertekad untuk mengabaikan larangan pemerintah setempat dan berunjuk rasa di ibu kota Rusia, Moskow, Sabtu (29/5). Padahal, muncul kekhawatiran unjuk rasa tersebut bakal dibubarkan polisi dan kelompok gay dan lesbi diserang kelompok konservatif penentang homoseksual.

    Pejabat Kota Moskow melarang adanya perhelatan gay selama lima tahun terakhir.

    "Kami tidak mencoba melanggar hukum... kami hanya mencoba mempertahankan hak kami sebagai warga," ujar Nikolai Alexeyev, Ketua Martabat Gay Moskow, kepada wartawan, Kamis (27/5).

    Sebelumnya, kelompok gay dan lesbi kalah dalam gugatan terhadap Wali Kota Yuri Luzhkov terkait larangan tersebut. Kini mereka berharap keputusan dari pengadilan tinggi Moskow.

    Menurut Alexevey, dengan atau tanpa izin, para aktivis lokal dan asing bakal mengibarkan bendera pelangi di kantor Komisi Eropa yang terletak di Moskow.

    Homoseksualitas sudah tidak melanggar hukum sejak awal 1990-an. Tapi kurang ada toleransi kepada kaum homoseksual untuk menggelar acara secara terang-terangan di depan publik. Para aktivis mengeluhkan dalam beberapa tahun terakhir polisi hanya diam saja ketika kelompok homoseksualitas diserang kubu yang menentang mereka.

    "Saya juga berada di sini dengan bekas luka di otak dan mata yang saya dapat saat acara Moscow Pride pada 2007," ujar pejuang hak gay Inggris Peter Tatchell.

    Amnesty International mengkritik intoleransi di Rusia terhadap unjuk rasa hak asasi kaum gay. Kritik tersebut tercantum dalam laporan tahunan Amnesty International 2010 mengenai kondisi hak asasi manusia global yang keluar pada Kamis.

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.