Israel Siap Menghentikan Konvoi Kapal ke Gaza  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Baz Ratner

    REUTERS/Baz Ratner

    TEMPO Interaktif, Yerusalam - Seorang sumber militer Israel mengatakan, Rabu waktu setempat, angkatan laut Israel siap menghentikan konvoi kapal Turki yang membawa bantuan kemanusiaan memasuki blokade Jalur Gaza.

    Israel dan Mesir menutup perbatasan Gaza setelah Hamas menguasai teritorial tersebut pada 2007 seraya menolak menghentikan kekerasan terhadap negeri Yahudi. Gaza berpenduduk 1,5 juta jiwa mengalami masalah kekurangan air bersih dan obat-obatan.

    "Sesuai dengan petunjuk dari pemerintah Israel, pasukan pertahanan Israel dan angkatan laut Israel siap menghentikan kapal-kapal yang akan memasuki perairan Gaza," jelas sumber militer. Sumber tersebut mengatakan, angakatan laut telah melakukan latihan untuk mencegah memasuki perairan yang diblokade.

    Beberapa pekan ini, Israel telah mengijinkan sejumlah barang yang sebelumnya dilarang seperti pakaian, sepatu, kayu, dan aluminium untuk memasuki Jalur Gaza melalui perbatasan darat. Selain itu, dimungkinkan pula bantuan kemanusiaan masuk ke teritorial pantai.

    Sumber militer menambahkan, jika kapal tidak segera kembali setelah mendapatkan peringatan, mereka akan ditahan pasukan angkatan laut Israel dan dibawa ke pelabuhan Israel, sementara penumpang dan kru kapal akan dipulangkan sedangkan barang-barang bantuan dikirimkan ke Gaza. Angkatan laut akan memeriksa kapal untuk memastikan "tidak ada operasi teror atau bahan peledak di atas kapal," kata sumber.

    Israel berada dibawa tekanan internasional untuk memperlonggar blokade, PBB menyebutnya sebagai hukuman bagi rakyat Gaza atas kebijakan Hamas yang bersumpah menghancurkan Israel.

    Kapal internasional membawa sekitar 10 ribu ton perlengkapan kesehatan, material perumahan, dan kebutuhan lain yang diharapkan bisa masuk ke perairan Israel dalam waktu beberapa hari.


    REUTERS | CHOIRUL

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.