Pemimpin Kaos Merah Ditangkap, 17 Gedung Dibakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjuk rasa anti pemerintah tewas saat bentrok antara pengunjuk rasa anti pemerintah kaus merah dan pasukan militer Thailand di Bangkok, Thailand, Rabu (19/5). Tujuh pemimpin gerakan Kaus Merah, Rabu sore waktu setempat, menyerahkan diri setelah pasukan militer menyerbu barikade perkemahan yang menyebabkan dua orang demonstran dan seorang fotografer Italia tewas. AP Photo/Vincent Yu

    Seorang pengunjuk rasa anti pemerintah tewas saat bentrok antara pengunjuk rasa anti pemerintah kaus merah dan pasukan militer Thailand di Bangkok, Thailand, Rabu (19/5). Tujuh pemimpin gerakan Kaus Merah, Rabu sore waktu setempat, menyerahkan diri setelah pasukan militer menyerbu barikade perkemahan yang menyebabkan dua orang demonstran dan seorang fotografer Italia tewas. AP Photo/Vincent Yu

    TEMPO Interaktif, Bangkok  - Kerusuhan besar meledak di Bangkok kemarin setelah militer Thailand melancarkan operasi memberangus aksi demonstrasi anti pemerintah, kelompok Kaos Merah. Serangan ke jantung perkemahan sekitar 3.000 demonstran itu dibalas dengan membakar sedikitnya 17 gedung penting.

    Gedung-gedung yang menjadi sasaran amukan para pengunjuk rasa antara lain, gedung-gedung bank, Bursa Efek Thailand, kompleks Central World. Mal terbesar kedua di Asia Tenggara yang dioperasikan Central Pattana PCL juga dibakar. Mal itu luluh dilalap api setelah sebelumnya dijarah. Media lokal mengutip gubernur Bangkok  bahwa dia tak mau ambil risiko menerjunkan truk pemadam kebakaran karena takut diserang. Asap hitam dari gedung-gedung yang terbakar membubung ke angkasa saat matahari terbenam.

    "Malam ini akan menjadi malam yang amat menakutkan," juru bicara pemerintah Panitan Wattanayagorn.

    Karena kerusuhan itu Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva memberlakukan jam malam di Bangkok. Disiarkan di televisi, disebutkan bahwa warga tidak diperbolehkan keluar rumah mereka dari pukul 8 malam kemarin hingga 6 pagi ini, kecuali mereka memiliki izin dari pihak berwewenang.

    Pemerintah juga "mengontrol" siaran secara tidak langsung. "Pemerintah menayangkan perkembangan terakhir secara simultan di semua stasiun teve," kata Panitan.

    Massa pendukung Kaos Merah kemarin juga menyerang stasiun teve pendukung pemerintah, Channel 3. Mobil di luar gedung dibakar. Kru televisi panik. Seorang presenter meminta bantuan polisi lewat situs mikroblog Twitter. "Kami di Channel 3 butuh bantuan dari tentara, polisi," tulis presenter Patcharasri Benjamasa

    Reuters/Bangkok Post/AP/dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.