Korea Selatan Siap Buktikan Kapalnya Ditenggelamkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal angkatan laut Korea Selatan Cheonan (kiri) mencari para pelaut yang hilang. AP Photo/Ha Sa-hun, YonhapA South Korean naval ship, the Cheonan, sinks as a coast guard vessel sails near the ship in an attempt to rescue its sailors near South Korea's Baeknyeong Island, close to North Korea, in the western waters on Saturday, March 27, 2010.  (AP Photo/ Ha Sa-hun, Yonhap) **KOREA OUT**

    Kapal angkatan laut Korea Selatan Cheonan (kiri) mencari para pelaut yang hilang. AP Photo/Ha Sa-hun, YonhapA South Korean naval ship, the Cheonan, sinks as a coast guard vessel sails near the ship in an attempt to rescue its sailors near South Korea's Baeknyeong Island, close to North Korea, in the western waters on Saturday, March 27, 2010. (AP Photo/ Ha Sa-hun, Yonhap) **KOREA OUT**

    TEMPO Interaktif, Washington – Korea Selatan akan memperlihatkan bukti-bukti bahwa kapal perang mereka memang ditenggelamkan oleh Korea Utara 26 Maret lalu. Dalam peristiwa itu, 46 pelaut tewas. Menurut seorang petugas Amerika Serikat, Rabu (19/5), bukti-bukti itu akan diungkap pekan ini.

    Masih kata petugas yang merahasiakan namanya itu, dari bukti yang berhasil dikumpulkan, Korea Utara menembakkan sebuah torpedo hingga memicu terjadinya ledakan dan menenggelamkan kapal Cheonan berbobot 1.089 ton itu di perbatasan kedua negara.

    Kasus ini diselidiki Korea Selatan bersama Amerika Serikat. Menurut kantor berita Yonhap, berdasarkan hasil penelusuran ledakan, tipe torpedo yang digunakan adalah milik Korea Utara.  

    Kementrian Pertahanan Korea Selatan mengatakan belum bisa mengkonfirmasi laporan itu. Namun Senin lalu, Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak telag berbicara melalui telepon dengan Presiden Barack Obama membahas kasus itu.

    STRAITS TIMES | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.