Serangan di Al-Rasheed, Seorang Amerika Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bagdad: Satu orang Amerika tewas dan beberapa lainnya terluka setelah enam hingga delapan roket menghantam Hotel Al-Rasheed di Bagdad, Irak, minggu (26/10) pagi. Wakil Menteri Pertahanan AS, Paul Wolfowitz adalah salah seorang yang berada di hotel saat terjadi serangan, namun dia selamat. Beberapa saat setelah kejadian, Wolfowitz langsung menggelar jumpa pers singkat. "Mungkin satu orang Amerika tewas," kata Wolfowitz seraya menambahkan setidaknya beberapa orang terluka. Namun jumlah itu kata dia, belum dikonfirmasi. Polisi dan saksi mata sendiri sebelumnya melaporkan setidaknya lima orang terluka. Wolfowitz menyampaikan simpatinya terhadap para korban dan menegaskan Amerika akan segera meringkus pelakunya. Dia menggambarkan serangan itu adalah tindakan putus asa dari rezim kriminal yang sedang menuju kematiannya. Namun dia tak berani memberi jaminan bahwa serangan serupa terhadap hotel itu bisa dicegah. Seorang kolonel polisi melaporkan bahwa serangan itu dilakukan sekitar pukul 06.15 waktu Irak, dari sebuah kebun binatang yang berada di belakang hotel yang berada di bagian barat Sungai Tigris. Pelaku, kata sang kolonel yang tak bersedia disebutkan namanya itu, akhirnya melarikan diri dengan sebuah pick up. Serangan terhadap hotel yang memiliki 400 kamar di 14 lantainya ini bukanlah yang pertama. Serangan roket pertama terhadap hotel yang diambil alih tentara pendudukan Amerika Serikat dari tangan pemerintahan Irak sebelumnya terjadi pada 27 September, namun tidak menyebabkan kerusakan yang berarti. Namun serangan kali ini rupanya meninggalkan kerusakan yang cukup besar. Saksi mata menyebutkan dua buah lubang besar terlihat di lantai ketujuh dan jendela di antara lantai tiga dan sembilan tampak hancur berantakan. AFP/Deddy Sinaga - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?