Prancis Bakal Bebaskan Pembunuh Mantan Perdana Menteri Iran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sorin Margulis, pengacara Ali Vakili Rad, meninggalkan Pengadilan Paris usai putusan  (18/5). REUTERS/Jacky Naegelen

    Sorin Margulis, pengacara Ali Vakili Rad, meninggalkan Pengadilan Paris usai putusan (18/5). REUTERS/Jacky Naegelen

    TEMPO Interaktif, Paris - Prancis, Senin waktu setempat, mengumumkan akan membebaskan agen Iran yang membunuh Shapour Bakhtiar, perdana menteri terakhir Iran pada masa rezim Shah yang digulingkan oleh pemerintahan Republik Islam Iran, 1979. Ali Vakili Rad menikam Bakhtiar hingga tewas pada 1991 dan dipenjara pada 1994.

    Kabar pembebasan datang setelah Iran membebaskan akademisi Prancis Clotilde Reiss yang dipenjara selama 10 bulan atas tuduhan jadi spion. Pembebasan Reiss juga menyusul penolakan Prancis untuk mengekstradisi warga Iran ke Amerika Serikat karena melakukan pembelikan perlengkapan elektronik untuk kebutuhan militer Iran. Majid Kakavand, seorang insinyur ditahan setahun lalu. Dia dibebaskan dan terbang ke Iran, Jumat pekan lalu.

    Keputusan tersebut sangat dimungkinkan sejak menteri dalam negeri Prancis mengeluarkan surat perintah pengusiran, Senin waktu setempat. Kantor kejaksaan Paris, Selasa, sanggup melaksanakan perintah pembebasan Vakili Rad dan mengembalikannya ke Iran jika dia benar-benar telah bebas.

    Vakili Rad merupakan warga Iran kedua yang dibebaskan oleh pengadilan Prancis dalam dua pekan ini, menyusul kesepakatan antara Paris dengan Teheran dibebaskannya akademisi muda Prancis Clotilde Reiss, Ahad, yang ditangkap Iran karena tuduhan mata-mata.

    AP | MACLEANS.CA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.