Telan Korban, Seruan Boikot Facebook di Australia Meluas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kimberly White/Getty Images

    Kimberly White/Getty Images

    TEMPO Interaktif, Sidney - Gerakan menentang Facebook muncul di Australia menyusul tewasnya dua remaja di negara itu yang disinyalir akibat situs jejaring sosial itu.

    Para pengguna diimbau agar menutup akun Facebook-nya pada 31 Mei mendatang. Seruan dalam dunia maya itu dilontarkan dalam sebuah gerakan yang dinamakan QuitFacebookDay.

    Untuk diketahui, gadis asal Sydney, Nona Belomesoff, 18 tahun, tewas disinyalir dibunuh oleh orang asing yang dikenalnya melalui Facebook.

    Pihak Kepolisian Australia menduga Belomesoff dibunuh oleh seorang pria berusia 20 tahun. Polisi juga sudah memperingatkan para remaja dan juga anak-anak agar segera menghapus foto di profil akun jejaring sosial tersebut.
        
    Dalam seruan "Keluar dari Facebook" itu disebutkan agar para penggunanya berhati-hati dalam memasang atau menyebarluaskan informasi data pribadi yang bisa mengancam keselamatan diri penggunanya.

    Menurut QuitFacebookDay.com, Facebook dalam memberi pilihan bagi para penggunanya untuk mengatur informasi yang ingin ditampilkan tidak memadai. Facebook dinilai membuat sistem pengaturan yang susah untuk dipahami bagi sebagian penggunanya.

    Gerakan "QuiteFacebookDay" yang telah meraup sekitar 4 ribu dukungan ini juga sebagai peringatan kepada masyarakat luas para pengguna Facebook agar selalu waspada dalam memberi informasi jati diri yang privasi ke publik agar tidak disalahgunakan pihak tertentu.

    Detektif Russell Oxford yang memimpin penyelidikan mengatakan, kasus itu merupakan pengingat bagi orang-orang muda tentang bahaya mempercayai orang asing di situs jejaring sosial.

    "Ini (situs jejaring sosial) merupakan kawasan di mana predator online dan penyimpangan lainnya bisa berbuat banyak. Anda tidak tahu siapa dengan siapa Anda berhadapan," katanya.       

    CBSNEWS l BBC l BASUKI RAHMAT     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?