Thailand Berlakukan Jam Malam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Bangkok panik

    Warga Bangkok panik

    TEMPO Interaktif, Bangkok -Pemerintah Thailand menetapkan jam malam di sejumlah tempat di Bangkok. Ini untuk menghindari jatuhnya korban tak bersalah lebih banyak setelah 25 orang tewas dalam tiga hari bentrokan berdarah antara massa Kaus Merah pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dengan tentara yang dikerahkan sejak Kamis malam lalu.

    Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva meminta masyarakat tak mendekati lokasi bentrokan. Ia juga telah meliburkan sekolah-sekolah di Bangkok untuk waktu yang belum ditetapkan.

    Abhisit menekankan bahwa unjuk rasa oleh kelompok Kaus Merah itu digunakan oleh teroris dan operasi militer merupakan satu-satunya cara untuk mengakhiri demonstrasi itu. Ia juga telah menutup pintu dialog dengan pemimpin Kaus Merah setelah tawarannya tentang pemilu dipercepat November mendatang ditolak Kaus Merah.

    Pemerintah Thailand juga telah meminta Palang Merah membujuk demonstran anti pemerintah keluar dari kamp yang mereka dirikan. Pemerintah mengatakan para pendemo  memiliki waktu sampai Senin sore untuk memindahkan orang tua, wanita dan anak-anak dan siapapun yang mau meninggalkan kamp.

    Tentara yang dilengkapi senjata melepaskan peluru tajam ke arah tempat bentrokan militer dengan pengunjuk rasa dalam beberapa hari ini. Sasaran tentara adalah siapa pun yang mendekati mereka.

    Para saksi mata mengatakan tentara melepaskan peluru tajam. Pihak militer bersiaga di balik kantung-kantung pasir yang disusun di jalan raja di pusat Bangkok, di luar barikade massa Kaus Merah. Kepulan asap terlihat di mana-mana.

    Sementara itu kondisi Jendral Seh Daeng yang tertembak dalam penembakan hari Kamis semakin memburuk. Penembakan jendral pendukung Kaus Merah itu semakin memicu terjadinya bentrokan berdarah.


    Bangkok Post | BBC | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.