Gadis 16 Tahun Menyelesaikan Pelayaran Keliling Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jessica Watson di atas Ella's Pink Lady. REUTERS/Daniel Munoz

    Jessica Watson di atas Ella's Pink Lady. REUTERS/Daniel Munoz

    TEMPO InteraktifSydney – Gadis Australia ini baru berusia 16 tahun. Namun tekad dan nyalinya luar biasa. Bagaimana tidak? Selama tujuh bulan mengarungi samudera dengan kapal layar (yacht). Dia menjadi pelaut solo termuda yang keliling dunia dan berhasil mencapai finis.

    Ribuan Penonton bersorak menyambut Jessica Watson di Sydney Harbour. Sambutan itu menjadi akhir dari petualangan epik di mana ia dihadang badai dan gelombang setinggi 12 meter, rindu dengan keluarga, dan keraguan banyak orang bisa pulang hidup-hidup.

    "Dia bilang akan berlayar keliling dunia, dan dia telah melakukannya," ujar Julie Watson, sambil menangis melihat saudaranya menyeringai saat dia melalui garis finis dari sebuah kapal di dekatnya. "Dia telah kembali."

    Watson tertawa dan melambaikan tangan saat ia melihat orangtuanya, saat mereka menarik kapal sepanjang 10 meter, Ella's Pink Lady.

    Gadis remaja itu menyentuh tanah daratan untuk pertama kalinya setelah melakukan perjalan 210 hari. Kakinya menginjak dermaga di Opera House, dimana dia disambut oleh kerumunan fans, temasuk Perdana Menteri dan keluarganya.

    "Aku tidak tahu apa yang harus dipikirkan dan apa yang harus kukatakan saat ini," kata Watson, suaranya gemetar, dalam siaran wawancara langsung pada layar di luar Gedung Opera. "Benar-benar luar biasa."

    Watson, dari Buderim, utara Brisbane, di negara bagian Queensland, berlayar keluar dari Sydney pada 18 Oktober meskipun dikritik keras orang tuanya, yang akhirnya membiarkan keputusan putri mereka untuk mencoba meski terlihat sebagai tindakan gila. Namun, dia telah berlayar sejak usia delapan tahun.

    "Saya tidak berpikir, apakah setiap dari kita akan meragukan Jessica Watson lagi," kata Perdana menteri negara bagian New South Wales Kristina Keneally, yang menunggu di Opera House untuk menyambut remaja itu.

    Watson menempuh perjalanan melalui timur laut di Pasifik Selatan dan menyeberang khatulistiwa, ke selatan menuju Cape Horn di ujung Amerika Latin, melintasi Samudra Atlantik ke Afrika Selatan, melalui Samudera Hindia dan pulang mengitari bagian selatan Australia.

    Jesse Martin yang memegang rekor saat ini untuk orang termuda yang berlayar solo keliling dunia, nonstop dan tanpa bantuan, telah menyelesaikan perjalanan pada tahun 1999 pada usia 18 tahun. Martin masuk ke perahu Watson untuk mengambil alih kemudi saat memasuki Opera House.

    Watson kemudian berada di panggung bergabung dengan Mike Perham dari Inggris, yang mengelilingi tunggal pada usia 17 di tahun 2009. Meskipun masalah teknis memaksanya berhenti untuk mendapat bantuan.

    Sayangnya, prestasi Watson, tidak dianggap sebagai rekor dunia secara resmi karena World Speed Sailing Record Council menghentikan kategori pelayar termuda. Padahal dia berlayar dan hampir mengarungi 23,000 mil laut.

    Beberapa pelaut berpendapat bahwa perjalanan Watson tidak cukup jauh ke sebelah utara khatulistiwa untuk perjalanan yang dihitung sebagai rekor berlayar keliling dunia -seperti yang didefinisikan oleh aturan dewan. Sementara rute yang diambil Watson di beberapa tempat merupakan perairan dunia yang paling berbahaya. Watson harus menghadapi badai besar yang menciutkan nyali para pelaut.

    Namun, perjalanan Watson juga dibumbui dengan momen keindahan. Di blognya, dia menggambarkan matahari terbit yang menakjubkan, ikan paus biru dan pemandangan luas, melihat bintang jatuh di langit malam di atas perahunya.

    AP| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.