Perempuan Iran Gandrungi Operasi Hidung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan Iran

    Perempuan Iran

    TEMPO Interaktif, Teheran -Keharusan memakai jilbab bagi perempuan Iran ternyata tak menghalangi obsesi mereka untuk tampil cantik. Jika tubuh, kepala, dan rambut harus ditutup, masih ada bagian tubuh lain yang bisa dibenahi agar tetap terlihat cantik.

    Salah satu yang menjadi favorit untuk dibenahi adalah hidung. Disebutkan, ribuan operasi hidung berlangsung setiap tahun, dan angka itu tak pernah turun. Bahkan hingga pekan ini, menurut kantor berita Mirath Arya, operasi hidung masih jadi primadona di Iran. Begitu besarnya permintaan operasi ini, sampai-sampai dokter yang tidak ahli pun tergiur membuka klinik pribadi tanpa izin guna memenuhi permintaan itu.

    Tak hanya dokter yang menjamur, maraknya fenomena operasi hidung juga membuat bocah perempuan 10 tahun di negara itu ikut antusias membenahi bentuk hidungnya. Kendati demikian, pasien terbanyak adalah kaum hawa usia 17 sampai 30 tahun. Tapi tak sedikit juga laki-laki yang tergoda melakukannya, mereka umumnya berusia 15 sampai 25 tahun.

    Tingginya angka operasi, menurut sejumlah tokoh, membuat Iran menempati posisi pertama bedah plastik hidung terbanyak di dunia. “Iran adalah pusat operasi plastik di dunia dan rumah terbaik bagi ahli bedah hidung,” kata Ketua Asosiasi Operasi Plastik dan Kosmetik Iran, Seyyed Javad Amirizad. Dia juga mengimbau agar operasi, bagi perempuan, sebaiknya dilakukan setelah 17 tahun. Sedangkan laki-laki setelah 18 tahun.

    Selain gemar operasi hidung, perempuan Iran sangat menggandrungi kosmetik. Hal ini membuat Iran menempati urutan ketujuh konsumen kosmetik terbesar di dunia.

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan ketua departemen konsultasi di Tose'e Mohandesi Bazaargostaran Ati Iran, Saeed Samadi, Iran memberi kontribusi 29 persen dari US$ 7,2 miliar pasar kosmetik di Timur Tengah. Disebutkan juga sekitar 14 juta perempuan Iran menghabiskan US$ 2,1 miliar setiap tahun untuk membeli berbagai jenis dan merek kosmetik.

    Kegandrungan terhadap operasi plastik dan kosmetik diduga karena pengaruh budaya Barat yang begitu deras memasuki Iran. Tontonan dan informasi dari Barat, baik melalui televisi satelit maupun internet, membuat perempuan Iran lebih peka terhadap penampilannya, terutama hidung dan bagian wajah yang tidak ditutup. Mereka terpengaruh oleh penampilan perempuan Barat yang umumnya memiliki hidung lebih kecil ketimbang perempuan Iran. Dan fenomena ini terus berkembang, meskipun biaya operasi meroket hingga US$ 1.500 sampai US$ 3.000.


    RSN | PRESS TV | SUNARIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?