Carla Bruni Mengeluh Jarang Dibelai Pada Michelle Obama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nicolas Sarkozy dan Carla Bruni-Sarkozy. AP

    Nicolas Sarkozy dan Carla Bruni-Sarkozy. AP

    TEMPO Interaktif, New York -Ibu Negara Prancis Carla Bruni ternyata pernah blak-blakan bicara pada Michelle Obama, istri Presiden Amerika Serikat, soal hubungan intimnya dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Salah satu yang ia ceritakan adalah betapa hebatnya Sarkozy di ranjang.

    Jonathan Alter, redaktur senior Newsweek sekaligus penulis buku In The Promise: President Obama, Year One mengatakan Michelle pernah bercerita kepadanya tentang obrolan mantan model seksi kelahiran Turin, Italia, itu dengan Michelle saat mendampingi suaminya, Sarkozy, saat berkunjung ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

    Rupanya, saat berkunjung ke Gedung Putih itu Nyonya Sarkozy bergosip dengan Nyonya Obama. Bruni mengaku, di masa awal-awal menikah dengan Sarkozy, ia kerap bercinta sampai-sampai pernah membuat seorang kepala negara menunggu.

    "Apakah kamu pernah seperti itu?" ujar Bruni, seperti dikisahkan Alter dalam bukunya In The Promise. Michelle pun tertawa kebingungan. "Tidak," kata Michelle. Ada spekulasi kepala negara yang dimaksud itu tak lain adalah Ratu Inggris Elizabeth II. Ketika itu, pada 2008, Sarko dan Bruni menghabiskan bulan madu di Kastil Windsor.

    Nah, kehebatan Sarkozy itulah yang tak ia temukan kini. Pemilik nama lengkap Carla Gilberta Bruni Tedeschi itu mengeluh ia kini jarang dibelai Sarkozy. "Urusan negara bikin kami sulit bercinta," katanya.

    Gosip yang beredar menyebutkan, bak remaja yang lagi dimabuk asmara, pasangan itu dulu saling membelai dan berciuman. Puncaknya, Sarko melayani hasrat seksual istrinya itu selama Bruni mau. Hal itulah, kata Alter, yang dirindukan supermodel berumur 42 tahun ini. Karena itulah Bruni pernah meminta Sarko tak lagi ikut pemilihan presiden.

    FP | USA TODAY | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.