Putin Ingin Ledakan Tambang Siberia Disidik Penuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menangis pada monumen untuk penambang yang tewas di tambang Raspadskaya, yang terkena ledakan, di kota Mezhdurechensk wilayah Kemerovo Siberia Barat, Rusia, Senin (10/5). Dua ledakan merobek tambang batubara bawah tanah terbesar di Rusia tersebut, korban tewas terus meningkat dan operasi penyelamatan masih dilakukan, sekitar 60 orang masih terjebak di bawah tanah. AP Photo

    Seorang pria menangis pada monumen untuk penambang yang tewas di tambang Raspadskaya, yang terkena ledakan, di kota Mezhdurechensk wilayah Kemerovo Siberia Barat, Rusia, Senin (10/5). Dua ledakan merobek tambang batubara bawah tanah terbesar di Rusia tersebut, korban tewas terus meningkat dan operasi penyelamatan masih dilakukan, sekitar 60 orang masih terjebak di bawah tanah. AP Photo

    TEMPO Interaktif, Mezhdurechensk - Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin menuntut sebuah investigasi komprehensif atas penyebab ledakan tambang di Siberia barat.

    Sedikitnya 44 orang tewas dan lebih dari 70 orang lainnya terluka saat dua ledakan terjadi di pertambangan batu bara Raspadskaya Siberia, dekat kota Mezhdurechensk di Wilayah Kemerovo, akhir pekan lalu. Sebanyak 46 orang masih terjebak di tambang.

    Putin, berbusana serba hitam, bicara pada sebuah pertemuan di Mezhdurechensk bahwa dia menginspeksi peralatan keselematan dan keamanan, sejalan dengan penyidikan atas perusahaan Raspadskaya Coal yang mengoperasikan tambang tersebut.

    “Kami ingin tahu penyebab yang menimbulkan sejumlah besar korban tewas,” ujar Putin tadi siang. Dia juga bilang ingin jawaban atas pertanyaan yang ditujukan kepadanya saat bertemu dengan para sanak keluarga korban yang dilakukan pagi sebelumnya.

    “Saya serukan sebuah investigasi menyeluruh atas situasi kegawatan dari tragedi itu,” tegasnya. Dia juga menekankan pelajaran dari penyidikan atas tragedi itu seharusnya bisa diaplikasi di masa depan di seluruh industri pertambangan.

    Sebelumnya Presiden Dmitry Medvedev sudah memerintahkan pembentukan sebuah komisi khusus atas bencana tersebut.

    Ria Novosti/dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.