Problem Pangkalan Militer di Jepang Belum Kelar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO Interaktif, Tokyo -Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama tampaknya gagal membuat terobosan atas janji menyelesaikan kesulitan soal relokasi pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa, meskipun tercatat bahwa dia tidak mengubah tenggat 31 Mei dalam hal itu.

    Sumber-sumber pemerintah yang dekat soal itu menyebut bahwa sebuah sidang sebelumnya dengan Menteri Luar Negeri Katsuya Okada, Menteri Pertahanan Toshimi Kitazawa, dan pejabat lainnya, yang membahas perincian relokasi Pangkalan Udara Korps Marinir Amerika Serikat Futenma berlokasi di Ginowan, Okinawa, Hatoyama, telah "meninggalkan" janji-janji yang tak terhitung untuk menyelesaikan masalah itu dengan penduduk setempat dan Washington pada akhir Mei.

    Partai Demokratik, yang memimpin pemerintah, tengah memodifikasi sebuah kesepakatan yang dibuat antara Tokyo dan Washington pada 2006 di bawah Partai Demokratik Liberal, dan akan melihat bahwa sebagian besar fungsi Futenma, yang dialihkan ke fasilitas baru, yang dibangun untuk mendukung pangkalan lepas pantai Marinir Camp Schwab di Nago, Okinawa, lebih dari reklamasi laut sebagaimana kesepakatan yang asli.

    Pemerintah pusat Jepang juga berencana memindahkan beberapa fasilitas di Futenma ke Pulau Tokushima di Prefektur Kagoshima, 200 kilometer timur laut Okinawa, sebagai cara untuk memangkas beban Okinawa, yang menjadi fasilitas induk pangkalan militer Amerika di Jepang.

    Bagaimanapun, Hatoyama menghadapi penentangan dari politisi lokal dan warga dari kedua pulau itu, dan Washington menetapkan bahwa pemerintah pusat butuh dukungan warga lokal sebelum sebuah proposal relokasi itu dapat dilaksanakan.

    Sementara itu, seorang penasihat penting Hatoyama membantah anggapan bahwa pemerintah mengendapkan tenggat akhir Mei tersebut. "Perdana Menteri bilang, dia akan menyelesaikan soal itu menjelang akhir Mei, dan dia akan melakukan hal terbaik untuk itu," ujar Menteri Sekretaris Kabinet Hirofumi Hirano di Jepang kemarin tanpa memberi perinciannya. "Bakal butuh pertimbangan dalam untuk memutuskan semua soal teknis dan detail lainnya."

    Xinhua | AP | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.