Joseph Estrada Minta Nasehat Ahli Feng Shui Sebelum Memilih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/ Bullit Marquez

    AP Photo/ Bullit Marquez

    TEMPO Interaktif, Manila – Kendati pernah menjadi presiden, Josep Estrada yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2010, tetap saja gugup saat menghadapi pemilihan umum yang berlangsung hari ini, Senin (10/5).

    Begitu gugupnya dia sampai-sampai menyewa dua ahli feng shui untuk membantunya mengetahui apakah alam semesta Filipina mendukung pencalonannya.

    “Saya lebih gugup sekarang daripada saat pertama mengikuti pemilu presiden pada 1998,” kata Estrada kepada Philippine Daily Inquirer saat diwawancara di rumahnya di jalan Polk, di kota San Juan. “Dulu, sepekan sebelum pemilihan, saya tahu bahwa saya akan menang dan ternyata benar saya menang.”

    Estrada yang terjungkal dari jabatannya dua tahun setelah berkuasa, menyewa  ahli feng shui saat hari tenang, Ahad kemarin. Saat itu juga dia langsung menuju kota Paranaque dan San Juan seperti yang disarankan ahli feng shuinya. Kebiasaan Estrada mendengar nasehat ahli feng shui memang bukan sesuatu yang mengherankan. Sebab meskipun beragama Katolik,  Estrada 73 tahun, dikenal sangat mempercayai hal-hal yang berbau tkahayul.

    “Saya punya getaran yang baik tentang kesempatan saya, tapi saya masih ingin mendengar dari mereka,” ucapnya.

    Tak hanya menyewa ahli feng shui, layaknya seorang petinju yang bersiap menghadapi pertarungan paling besar dalam karirnya, Estrada juga menggelar sejumlah ritual sebelum pemilihan.

    Ritual diawali dengan menggunakan stelan: baju merk polo berwarna orange cerah dipadu celana panjang warna gelap serta dilengkapi pita putih bercap kepresidenan, yang terpasang di lengan kanannya, dia juga menyimpan “jimat keberuntungan” yakni sebuah miniatur tokoh yang di simpan dalam kantong beludru merah. Ritual berlanjut sampai malam hingga pagi hari menjelang pemungutan suara.

    INQUIRER | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.