Nigeria Ambil Sumpah Presiden Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Goodluck Jonathan

    Goodluck Jonathan

    TEMPO Interaktif, Goodluck Jonathan diambil sumpah sebagai pemimpin baru Nigeria menyusul wafatnya Umaru Yar'Adua.

    Pengambilan sumpah Jonathan berlangsung di sebuah kantor di ibu kota Abuja, Kamis waktu setempat, beberapa jam setelah pejabat pemerintah mengumumkan meninggalnya Yar'Adua akibat menderita sakit.

    Ribuan orang melayat saat pemakaman Yar'Adua di sebelah selatan tempat tinggalnya di Katsina, Kamis, sekaligus negara menyatakan berkabung nasional selama seminggu.

    Sejak 9 Februari, Jonathan menjadi pejabat presiden karena Yar'Adua menjalani perawatan kesehatan di Saudi Arabia. Sesuai dengan kosntitusi negara, Jonathan akan menjadi kepala negara hingga pelaksanaan pemilihan umum yang akan digelar April 2011. Dia juga akan menyiapkan seorang wakil presiden untuk mendapatkan persetujuan senat.

    Dalam sambutannya usai diambil sumpah, Jonathan mengatakan sangat sedih menghadapi keadaan yang tidak biasa. Dia memuji pendahulunya sebagai orang yang memiliki integritas besar serta rendah hati dan akan melanjutkan perang melawan korupsi, selain itu akan mendorong reformasi pemilihan umum selama dia menjabat.

    "Kami total melaksanakan pemerintahan yang baik, reformasi pemilihan umum, dan perang melawan korupsi."

    "Demikian pula upaya menjamin kelangsungan perdamaian dan pembangunan di Delta Niger, serta menjaga keamanan jiwa dan harta benda di seluruh negeri. Hal ini akan menjadi prioritas utama di masa sisa pemerintahan ini," ucapnya.

    Almarhum Yar'Adua telah gagal secara resmi mengalihkan kekuasaan kepada Jonathan saat dia berada di Arab Saudi awal tahun ini. Kondisi tersebut membawa krisis politik di Nigeria, negara di Afrika yang paling padat penduduknya mencapai 150 juta orang.

    Yar'Adua kembali ke Nigeria, Februari, setelah selama tiga bulan menjalani perawatan kesehatan di Arab Saudi. Tetapi tak pernah muncul di muka publik. Koresponden Al Jazeera Yvonne Ndege mengatakan, kondisi penyakit Yar'Adua sengaja dirahasiakan sejak dia diterbangkan dari Nigeria, November 2009.

    "Sejak dilantik menjadi presiden, dia selalu berkutat dengan berbagai penyakit terutama ginjal dan jantung," katanya.

    "Sejumlah media lokal sempat melaporkan kondisi kesehatannya kian membaik. Namun, tak ada yang tahu persis penyakit apa yang diidap, kecuali dia telah sakit parah."

    AL JAZEERA | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.