Pakistan Sangsi Pelaku Pembom di New York Bertindak Sendiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Shahzad. AP/Orkut.com

    Faisal Shahzad. AP/Orkut.com

    TEMPO Interaktif, Beijing - Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik memberikan pernyataan mengejutkan untuk kasus pengeboman di  New York Times Square. Malik meragukan pelaku pembom --asal Pakistan-- itu melakukannya sendiri. Faisal Shahzad, 30 tahun, ditangkap pada hari Senin malam dari pesawat Emirat di bandara Internasional John F. Kennedy saat hendak berangkat ke Dubai. Dia sedang dalam perjalanan kembali ke Pakistan.

    "Menurut informasi yang ada, dia mengatakan itu adalah tindakan pribadinya. Aku cenderung tidak percaya," kata Malik, kepada Reuters dalam sebuah wawancara saat berkunjung ke ibukota Cina. "Kita perlu tahu apakah ia direkrut, apakah dia digunakan oleh seseorang ... apakah dia bagian dari kelompok teroris, kita perlu tahu jawaban semua pertanyaan itu."

    Malik mengatakan, Pakistan belum menerima permintaan bantuan dari Amerika Serikat secara resmi, tetapi sudah siap untuk memberi dukungan penuh untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

    "Ketika kami mendengar melalui media (nama) Faisal Shahzad, kami memulai proses identifikasi kami, dan kami mengidentifikasi seluruh keluarga, rekan-rekan mereka, rekening bank, nomor telepon mereka, dan tentu saja untuk sementara menghubungi pemerintah Amerika Serikat, "kata Malik.

    Dia menolak mengomentari kemungkinan hubungan antara Shahzad dan kelompok militan di Pakistan, tetapi ia mengisyaratkan bahwa ada beberapa kemungkinan keterlibatan militan. "Membuat sebuah bom bukan permainan yang mudah, jadi ini berarti ada sesuatu yang lebih dari yang kita lihat saat ini."

    Shahzad, yang lahir di Pakistan dan menjadi warga Amerika tahun lalu, telah dituduh mencoba menggunakan senjata pemusnah massal dan mencoba untuk membunuh dan melukai orang-orang di Amerika Serikat.

    REUTERS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.