Parlemen Thailand Dibubarkan September  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abhisit Vejjajiva. REUTERS/Sukree Sukplang

    Abhisit Vejjajiva. REUTERS/Sukree Sukplang

    TEMPO Interaktif, Bangkok - Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva kemarin mengumumkan parlemen akan dibubarkan September mendatang. Namuna ie menuntut ribuan massa dari gerakan Kaus Merah segera membubarkan diri.

    Pemimpin dari Partai Demokrat ini mengisyaratkan pembubaran parlemen antara 15-30 Sepetmber. Sesuai konstitusi 45 hingga 60 hari setelah parlemen dibubarkan pemilihan umum harus dilangsungkan. Ia telah mengumumkan pemilu 14 November.

    Dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ASTV, ia menegaskan tidak akan berunding dengan pihak pengunjuk rasa. “Jika mereka tidak pulang, saya tidak akan membubarkan parlemen,” kata Abhisit.

    Massa Kaus Merah yang merupakan pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra telah menguasai kawasan Ratchaprasong hampir dua bulan. Areal seluas tiga kilometer persegi ini merupakan kawasan bisnis elite yang meliputi hotel, apartemen, dan pusat belanja kelas atas yang menjadi tujuan pelancong asing.

    Business Week/Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.