Pelapor Pertama Bom Times Square Seorang Muslim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa sebuah bom mobil yang gagal meledak di Times Square, New York (3/5). AP/New York Daily News/Alfred Giancarli

    Polisi memeriksa sebuah bom mobil yang gagal meledak di Times Square, New York (3/5). AP/New York Daily News/Alfred Giancarli

    TEMPO Interaktif, New York - Aliou Niasse, imigran Muslim asal Senegal yang bekerja sebagai penjual bingkai foto di Times Square, adalah orang pertama yang membawa informasi mobil berasap di Times Square untuk mendapat perhatian polisi, pada Sabtu (1/5) petang.

    Aliou Niasse mengatakan bahwa ia adalah yang pertama mendapati mobil berisi bom, yang berhenti tepat di depan keretanya di sudut Jalan 45 Broadway dekat Hotel Marriott.

    "Saya tidak melihat mobil itu ditarik atau memperhatikan sopirnya karena saya sibuk dengan pelanggan. Tapi saat saya mendongak saya melihat asap yang tampaknya datang dari mobil itu. Hal ini terjadi sekitar pukul 18.30.

    "Saya pikir saya harus menelepon 911, tapi bahasa Inggris saya tidak begitu baik dan saya tidak punya pulsa tersisa di ponsel saya, jadi saya berjalan ke Lance, yang memiliki kios kaus di samping saya, dan mengatakan kepadanya. Dia bilang kita tidak semestinya memanggil 911. Segera ia memberitahu seorang perwira polisi dekat," ujar Niasse, yang telah menjadi penjual di Times Square selama sekitar delapan tahun.

    Sementara, versi Duane Jackson, penjual tas 58 tahun, mengatakan bahwa ia melihat mobil itu sekitar 18.30 dan bertanya-tanya siapa gerangan yang telah meninggalkannya di sana.

    "Itu adalah pemikiran pertama saya: "Siapa yang menaruh mobil ini di sini?" kata Jackson, seraya menambahkan bahwa ia melihat ke dalam mobil dan melihat tombol di kunci kontak dengan 19 atau 20 kunci pada sebuah cincin.

    Dia mengatakan bahwa dia memberitahu polisi yang lewat. "Itu saat asap mulai keluar dan kemudian kami mendengar pop pop pop kecil seperti kembang api menyala dan saat itulah semua orang tersebar dan berlarian," katanya.

    Pihak berwenang mengatakan bom itu, terbuat dari tiga tangki propana, kembang api, dua wadah berisi 19 liter bensin, dua jam dan kawat listrik, yang bisa membunuh banyak orang.

    Aparat menangkap Faisal Shahzad, tersangka teroris dan dituding menggunakan sebuah senjata perusak massal dalam peristiwa bom mobil yang gagal di Times Square, New York City, Amerika Serikat. Dia ditangkap di Bandara John F. Kennedy saat hendak terbang ke Dubai, Senin lalu.

    TIMESONLINE | THINK PROGRESS | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.