Iran Setuju Brasil Jadi Penengah dalam Sengketa Nuklir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Iranian Presidents Office

    AP/Iranian Presidents Office

    TEMPO Interaktif, Teheran - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sepakat “secara prinsip” atas mediasi Brazil untuk menengahi sengketa program nuklir dengan Barat yang digalang PBB. Demikian hari ini dilaporkan kantor berita Fars.

    Sejumlah anggota Dewan Keamanan mencari kesepakatan sebagai jalan untuk memindahkan stok uranium tingkat rendah Iran untuk meminimalkan risiko dipakai sebagai bahan pembuat bom atom. Sementara Iran bakal mendapat bahan bakar khususnya untuk menjalankan program nuklir untuk kesehatan.

    “Dalam sebuah perbincangan telepon dengan koleganya petinggi Venezuela, Ahmadinejad setuju secara prinsip oleh mediasi Brazil atas kesepakatan bahan bakar nuklir,” tulis Fars, mengutip sebuah pernyataan oleh kantor Ahmadinejad.

    Iran menyatakan program energi nuklirnya dirancang hanya untuk menggerakkan listrik tapi gagak mendeklarasi aktivitas sensitif atomik kepada badan pengawas PBB dan melanjutkan melarang inspeksi-inspeksi PBB

    Sejumlah anggota tak tetap Dewan Keamanan PBB seperti Brazil dan Turki mencoba mencoba untuk menghidupkan kembali pasokan bahan bakar ke Iran untuk mencoba mencegah sanksi lebih lanjut terhadap Teheran.

    Brasil bilang lebih nyaman berkompromi dimana Iran bisa mengekspor uraniumnya ke negara lain dengan imbalan bahan bakar nuklir Iran demi menjaga reaktor Teheran tetap beroperasi.

    Reuters/BBC/dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.