Korea Utara Siagakan 50.000 Tentara Khusus di Perbatasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Utara berjaga-jaga di Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan (3/6). Korea Utara  telah membuat rudal jarak jauh yang dapat mencapai Alaska dan akan melakukan uji coba. Foto: AP/ Lee Jin-man

    Tentara Korea Utara berjaga-jaga di Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan (3/6). Korea Utara telah membuat rudal jarak jauh yang dapat mencapai Alaska dan akan melakukan uji coba. Foto: AP/ Lee Jin-man

    TEMPO Interaktif, Seoul - Korea Utara pekan ini telah menggenapi penempatan sekitar 50 ribu tentara elit di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan, di tengah panasnya suhu politik terkait tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan.

    Penempatan itu dimulai 2 atau 3 tahun silam dan sebanyak 7 divisi beranggotakan masing-masing 7 ribu prajurit kini sudah berada di tiap posnya. Demikian seorang pejabat senior pemerintah Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap. “Ancaman bahwa anggota pasukan khusus Korea Utara diduga bisa menyusup untuk membuat perang kecil telah menjadi kenyataan,” tulis kantor berita itu mengutip seorang pejabat senior departemen pertahanan.

    Menteri pertahanan menolak mengkonfirmasi laporan Yonhap, tapi Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak membahas kapabilitas kemampuan Utara mengobok-obok perang pada sebuah sidang mendadak kemarin dengan mengundang 150 perwira tinggi dari semua angkatan bersenjata.

    Pada pertemuan tersebut, Lee mengisyaratkan kuat bahwa Utara telah terlibat dalam tenggelamnya kapal perang Korea Selatan dengan 46 tentara tewas dekat perbatasan laut yang dipersengketakan pada tanggal 26 Maret.

    Kecurigaan terus berkembang bahwa kapal berbobot 1.200 ton dihantam torpedo dari negara komunis, yang telah disangkal.

    Lee juga mengatakan bahwa Korea Selatan harus lebih siap untuk melawan ancaman militer "asimetris", termasuk dari unit-unit khusus perang.

    Sebuah laporan oleh Menteri Pertahanan pada tahun 2008, mengatakan Utara -belajar dari perang di Irak- telah memperkuat kapasitas dengan meningkatkan unit perang khusus infanteri ringan dan memperkuat jalan perang mereka di malam hari dan pelatihan untuk mendaki gunung.


    Telegraph/AP/dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.