Indonesia Presiden Organisasi Meteorologi Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO InteraktifDenpasar - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Sri Woro Budiati Harijono, terpilih menjadi Presiden Organisasi  World Meteorological Organization (WMO) wilayah Asia dan Pasifik Barat Daya. Pemilihan dilangsungkan pada Selasa, 4 Mei, di sela-sela sesi ke-15 sidang WMO Regional Association V (RA-V) di Bali.

    Bermula dari  30 April, pertemuan WMO ini akan berakhir pada  Kamis, 6 Mei. “Kepercayaan internasional ini salah satu bukti keberhasilan Indonesia di World Meterological Organization,” ujar Sri Woro.

    Aktif berpartisipasi dalam Organisasi ini, Indonesia akan menjadi anggota Dewan Eksekutif  WMO hingga  2011. Dia menambahkan, selama ini BMKG amat aktif menjalin kerjasama internasional. Dan kini, sedang menjajaki proses pembentukan Pusat Pelatihan Regional Bidang Hidrology  di Bandung.

    Terpilihnya Sri Woro, mencerminkan berhasilnya diplomasi  Indonesia di forum multilateral. BMKG, Kementerian Luar Negeri Indonesia, serta Perwakilan Tetap RI di Jenewa menjalin koordinasi yang efektif dengan negara-negara anggota Organisasi ini mau pun  Sekretariat World Meteorological Organization berkedudukan di Jenewa.  

    Muhsin Syihab, Sekretaris Pertama, Perwakilan Tetap RI di PBB Jenewa yang hadir dalam pertemuan WMO di Denpasar mengatakan, “Terpilihnya Sri Woro mencerminkan bobot diplomasi multilateral Indonesia yang kian menguat di dunia internasional,” ujarnya melalui sambungan telpon kepada Tempo.

    Muhsin menambahkan, pada posisi baru sebagai Presiden WMO,  Indonesia punya kesempatan jauh lebih besar lagi untuk meningkatkan kerjamasama internasional di bidang meteorologi, hidrologi, dan geofisika, khususnya di wilayah  Asia dan Pasifik Barat Daya.

    Sebagai Presiden RA-V, Sri Woro—sebagai Kepala BKMG—secara ex-offico akan melanjutkan keanggotaannya pada Dewan Eksekutif WMO periode 2011-2015. Ini posisi strategis karena di dalam badan ini seluruh rekomendasi Kongres WMO dijabarkan dalam bentuk kebijakan—untuk kemudian  diimplementasikan oleh Sekjen WMO.

    Indonesia juga akan mengoordinasikan berbagai bentuk kegiatan dalam isu meteorologi, klimatologi, dan hidrologi di kawasan Asia dan Pasifik Barat Daya. “Pemilihan dilangsungkan secara voting, dengan  12 suara untuk Indonesia dari 22 negara peserta,” kata Muhsin.

    Diplomat muda dari PTRI Jenewa ini menambahkan, hasil ini diperoleh, antara lain, melalui   lobi-lobi di saluran diplomatik Jenewa mau pun melalui perwakilan-perwakilan asing lainnya.

    Keanggotaan WMO terbagi dalam 6 kawasan. Dan  kawasan V yang dipimpin Indonesia sekarang mencakup 22 negara.  Di antaranya sejumlah anggota ASEAN, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina.

    Hermien Y. Kleden    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.