Mesin Penghitung Suara Filipina Rusak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat Presiden Filipina,  Benigno 'Noynoy' Aquino III saat melakukan kampanye. REUTERS/Jay Morales/Handout

    Kandidat Presiden Filipina, Benigno 'Noynoy' Aquino III saat melakukan kampanye. REUTERS/Jay Morales/Handout

    TEMPO Interaktif, Manila – Hanya beberapa hari menjelang pemilihan umum Filipina, sejumlah mesin penghitung suara yang dimiliki negara itu rusak. Hal ini diumumkan Komisi Pemilu, Selasa (4/5).

    Komisi pemilu menyiapkan 82.200 mesin penghitung suara, tapi saat diuji Senin kemarin, beberapa di antaranya gagal membaca nama-nama kandidat  peserta pemilu. Kondisi ini, kata juru bicara Komisi James Jimenez, membuat Komisi terpaksa menarik peranti lunak mesin tersebut.

    “Saat in kami berasumsi semua mesin terpengaruh. Kami menghentikan uji coba dan menarik semua kartu memori untuk di buat ulang,” kata Jimenez kepada reporter.

    Kendati demikian, pengumuman ini memicu kekhawatiran akan terjadi kerusuhan dalam penghitungan suara karena ketidakpercayaan masyarakat. Filipina akan menggelar pemilu 10 Mei mendatang dan diperkirakan 50 juta pemilih akan terlibat dalam pesta demokrasi itu.

    CHANNELNEWSASIA | SUNARIAH   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.