Pengemudi Bom Mobil New York Dipastikan Warga Pakistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penjinak bom memeriksa Nissan Pathfinder yang diduga dipasangi bom di Times Square, New York (2/5). REUTERS/Brendan McDermid

    Petugas penjinak bom memeriksa Nissan Pathfinder yang diduga dipasangi bom di Times Square, New York (2/5). REUTERS/Brendan McDermid

    TEMPO Interaktif, New York - Otoritas Federal Amerika Serikat berhasil mengidentifikasi pengemudi mobil berisi bom yang nyaris meledak di Times Square New York Sabtu sore lalu. "Pria itu dari Pakistan yang mendapat kewarganegaraan naturalisasi AS," ujar petinggi Federal yang menolak menyebut nama untuk kepentingan investigasi, Selasa (4/5). 

    Pejabat itu menyebutkan, lelaki yang tinggal di Connecticut itu baru kembali dari kampung halamannya. "Dia lalu membeli SUV Nissan Pathfinder keluaran 1993 tiga pekan lalu secara kas, namun tidak pakai dokumen formal," katanya.

    Investigator melacak jejak rekam pria tersebut, termasuk kemungkinan kontak dengan kelompok di luar AS. "Ada kemungkinan mereka mengikuti jaringan internasional, tapi kami masih perlu menyelidiki banyak hal," kata sumber tersebut. Investigasi kini ditangani Joint Terrorism Task Force, yang berada di bawah Departemen Kehakiman.

    Sabtu (1/5) pukul 18.30 waktu setempat, kepolisian New York dihebohkan laporan mobil yang mengeluarkan asap dan berbau mesiu. Mobil itu terparkir di Times Square, kawasan pertokoan terpadat di kota tersebut. Polisi langsung memerintahkan evakuasi beberapa blok dari tempat SUV itu terparkir, di West 45th Street, dekat Seventh Avenue. Lewat tengah malam, Kepala Kepolisian New York Raymond Kelly mengatakan mobil itu berisi bom yang terbuat dari bensin, propane, mercon, fertilizer, kabel-kabel dan jam weker.

    Sehari kemudian Taliban di Pakistan mengklaim berada di balik pengeboman yang gagal itu.

    REZA M | NY Times
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.