Suami Paksa Pakai Jilbab Dihukum di Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS

    REUTERS

    TEMPO Interaktif, Paris -Larangan memakai jilbab secara penuh hingga menyisakan bagian mata bakal berlaku di Prancis mulai September mendatang. "Perdana Menteri Francois Fillon menyampaikan hal itu pada kami," kata Presiden Partai UMP Prancis Jean-François Cope. Ia mengklaim bahwa survei menyebutkan lebih dari 70 persen warga Prancis tak suka melihat perempuan memakai jilbab secara penuh. Belgia malah negara pertama yang melarang penuh pemakaian jilbab.

    Prancis juga mengancam suami yang mencoba memaksa istrinya memakai jilbab dengan denda sebesar Rp 180 juta. Bukan hanya itu. Pelakunya juga diancam hukuman penjara selama setahun. Proposal ancaman denda dan penjara yang bakal dilakukan voting pada Juli depan itu bocor ke media massa. Bahkan para turis dari Timur Tengah yang memakai jilbab penuh tak luput dari ancaman hukuman itu.

    "Larangan ini bukan larangan kebebasan beragama," ujar Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner. "Larangan ini semata-mata dibuat atas alasan hak-hak perempuan." Ia mencontohkan larangan menyetir mobil bagi kaum perempuan di Arab Saudi. "Saya siap menghadapi kritik," kata Kouchner, mantap. Namun pakar Islam, Tariq Ramadhan, mewanti-wanti larangan itu akan sukses menyetop tekad muslimah untuk memakai jilbab.

    "Kita harus berhati-hati untuk tidak menerjemahkan isu-isu sensitif ke dalam masalah hukum," kata guru besar studi Islam Universitas Oxford, Inggris, ini. "Jangan mengarah ke soal hukum, berbicara banyak soal pendidikan, psikologi, perubahan mental. Itu membuang-buang waktu." Pemerintah Prancis mengatakan perempuan yang memakai jilbab di Negeri Pusat Mode Dunia jumlahnya tak sampai 2.000 orang.

    BBC | INDEPENDENT | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.