Iran Tak Butuh Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran, Ahmadinejad. REUTERS

    Presiden Iran, Ahmadinejad. REUTERS

    TEMPO Interaktif, New York - Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mengatakan Teheran tak butuh legitimasi Barat. "Kami tak perlu menawarkan cara untuk mendapatkan kepercayaan mereka (Barat) sebagai wujud kepatuhan Iran terhadap hukum internasional," ujar Presiden Ahmadinejad kepada wartawan setiba di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York.

    Ahmadinejad tiba di New York dalam rangka mengikuti pertemuan yang dihadiri lebih dari 180 pemimpin negara yang meneken Traktat Nonproliferasi--Anti-Pengembangbiakan Senjata Nuklir--yang telah berumur 40 tahun. "Mengapa Iran mesti mendapat kepercayaan dari Barat?" ujarnya. "Toh, selama ini kami patuh pada hukum internasional."

    Sebaliknya, Ahmadinejad menuding balik Barat telah menumpuk senjata-senjata nuklir. "Negara adidaya ini telah memakai dan memonopoli senjata-senjata nuklir itu," ujarnya. Menurut dia, Iran akan menawarkan proposal yang praktis, jujur, dan jelas dalam Konferensi Tingkat Tinggi Traktat Nonproliferasi. "Akan saya sampaikan di muka sidang," kata Ahmadinejad.

    Menurut Ahmadinejad, traktat yang berumur 40 tahun itu telah gagal dalam meredam pengembangbiakan senjata nuklir dan melucuti negara-negara adidaya yang memiliki banyak koleksi senjata nuklir. "Kami ingin pelucutan senjata menjadi isu yang penting untuk dibicarakan," tutur Ahmadinejad. "Juga isu penggunaan energi nuklir untuk perdamaian."

    Tapi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengaku siap menanggapi Ahmadinejad. "Kami tak akan membiarkan Iran mengubah kegagalan mereka dalam mematuhi Traktat," kata Nyonya Clinton, yang siap beradu argumen dengan Ahmadinejad di New York. "Kami tak ingin Iran mengalihkan perhatian dunia."

    Maklumlah, Amerika Serikat beserta sekutu dekatnya, Israel, menuduh Iran sedang membangun senjata nuklir berkedok energi nuklir untuk perdamaian. Iran pun berulang kali menampik tuduhan itu. Iran merasa tak diperlakukan secara adil karena Amerika Serikat dan Barat membiarkan Israel memiliki senjata nuklir--Israel tak membantah atau membenarkannya.

    Ahmadinejad rencananya berpidato pada hari ini dalam konferensi yang akan berlangsung satu bulan di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut. Ia akan mempertahankan hak Iran memperkaya uranium. Sebelum bertolak dari Teheran, Ahmadinejad mengecam pembuatan dan penumpukan senjata-senjata nuklir.


    AP | INDEPENDENT | NST | ANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.