Ibu-ibu Jepang Tekan Inflasi Lewat Situs Jejaring Sosial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mainichi Tokubai

    Mainichi Tokubai

    TEMPO Interaktif, Tokyo -Pemerintah Jepang harus berterima kasih pada kaum ibu yang telah menekan laju inflasi negara itu dengan cara yang unik: mendayagunakan situs jejaring sosial. Dengan situs yang mereka buat sendiri, lebih dari 250 ribu ibu menahan perilaku konsumerisme yang selama ini melanda negeri matahari terbit itu.

    Situs jejaring sosial khusus untuk kaum ibu itu bernama Mainichi Tokubai. Situs ini kini menjadi situs terfavorit kaum ibu di Jepang. Bahkan, situs ini kini dianggap sebagai "satu-satunya situs jejaring sosial yang mampu menentukan harga bahan kebutuhan pokok di Jepang." Wow...

    Warga Mainichi Tokubai berjumlah 250 ribu orang, dan 70 ribu di antaranya adalah ibu rumah tangga. Setiap hari mereka berbagi informasi belanja dengan harga "paling bagus" di Jepang. Terutama di Tokyo yang sebagian besar warganya supersibuk dan sangat menghargai waktu, membolak-balik katalog belanja, apalagi berjalan menyusuri satu persatu pusat perbelanjaan, adalah hal yang tak berguna.

    Katomi Sato, seorang perempuan pekerja, misalnya, melalui situs ini bisa mengintip semua tempat belanja dengan harga terbaik yang ditawarkan. Tak usah takut ditipu, karena situs ini diisi dari dan untuk user. Sato sendiri merupakan satu dari 25 ribu "koresponden tetap" situs tersebut.

    Situs ini bisa diakses dari mana saja, karena ada format mobile-nya, layaknya Facebook atau Twitter. Bahkan, terintegrasi dengan SMS. Pagi itu, misalnya, ponsel Hiroe Ishimoto, ibu rumah tangga, bergetar dan sebuah pesan masuk, "Di supermarket Belc masih memiliki sejumlah besar telur hari ini dengan hanya sekitar 1 dolar untuk selusin." Di bawahnya, ada telepon layan antar toko itu.

    "Saya selalu membeli barang murah," kata Ishimoto, masih menggenggam ponsel. "Saya hidup nyaman dengan mengetahui bahwa saya tidak pernah mendapatkan transaksi yang buruk."

    Kreator Mainichi Tokubai, Yasuyo Fukui, menyebut situs ini sebagai "media sosial yang terbaik". Semua yang disajikan, katanya, "Adalah oleh ibu rumah tangga, untuk ibu rumah tangga." Fukui mengatakan situs ini menempatkan daya beli ke tangan pengguna.

    Fukui mengatakan jumlah anggota situs ini melonjak hampir dua kali lipat saat Jepang memasuki resesi. Ekonomi yang sulit, katanya, membuat orang hanya berbelanja barang-barang dengan harga yang lebih murah.

    Toko-toko juga mengambil manfaat dari situs ini. "Kami memahami konsumen ingin penawaran terbaik," kata Shoichi Ogasawara, pimpinan Asosiasi Peritel Jepang. "Kami tak bisa berbuat apa-apa selain mencoba dan membuat produk kami lebih menarik dalam hal harga."


    CNN | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.