Pejabat Burma Ramai-Ramai Mengundurkan Diri Untuk Ikut Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Solidaritas Burma/TEMPO/ Zulkarnain

    Solidaritas Burma/TEMPO/ Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Rangoon – Perdana Menteri junta militer Burma Thein Sein dan beberapa menteri lainnya mengundurkan diri dari jabatan militer mereka Senin lalu. Seperti diberitakan hari ini, Kamis (29/4), langkah itu diambil agar mereka bisa mengikuti pemilihan umum pertama dalam dua dekade terakhir yang di gelar tahun ini.

    Seorang pejabat militer kepada CNN menyebut daftar pejabat militer yang mundur selain perdana menteri, yakni sembilan menteri dan empat wakil menteri. Namun karena junta militer sangat membatasi informasi, maka nama-nama pejabat itu belum diketahui.

    Begitu juga dengan tanggal pelaksanaan pemilu, tak pernah disebutkan meskipun pemimpin junta, Jenderal Senior Than Shwe, telah mengisyaratkan bahwa transisi pemerintahan akan segera berlangsung.

    Sikap ini semakin memperkuat dugaan banyak pihak bahwa pemilu tersebut akan berlangsung tidak adil. Sebelumnya para pengkritik menyebutkan bahwa pengumuman pemilu oleh junta hanya untuk mnciptakan kesan bahwa mereka mulai menjalankan demokrasi.

    Burma yang kini berubah nama menjadi Myanmar terakhir kali menggelar pemilu pada 1990 yang dimenangkan partai ketua oposisi Aung San Suu Kyi. Namun junta militer yang memimpin Burma sejak 1962 tak pernah memberi kekuasaaan tersebut kepada Suu Kyi.

    CNN | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.