Aparat Isolasi Demonstran Kaus Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara menembakkan peluru karet ke arah demonstran kaus merah saat bentrokan di Memorial Nasional di distrik Lum Luk Ka, Pathum Thani.

    Tentara menembakkan peluru karet ke arah demonstran kaus merah saat bentrokan di Memorial Nasional di distrik Lum Luk Ka, Pathum Thani.

    TEMPO Interaktif Bangkok – Janji pemerintah Thailand untuk memberangus demonstran kaus merah terbukti sudah. Rabu malam, otoritas keamanan memerintahkan polisi Bangkok menutup semua jalan di sekitar lokasi yang diduduki demonstran. Langkah ini diambil untuk meningkatkan tekanan terhadap kelompok pendukung bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra itu.

    Seorang sumber, seperti dilaporkan hari ini, Kamis (29/4), menyebutkan Pusat Resolusi Situasi Darurat (CRES) yang dibentuk Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva, memerintahkan untuk memblokade gerakan pendukung kaus merah baik di dalam maupun di luar lokasi protes yang menyebar dari barat Phong Phraram, Mahboonkrong hingga ke Asok/Phetchaburi yang ada di bagian timur, termasuk Sathon hingga Narathiwat Ratchanakarin.

    CRES juga menutup lalu lintas di Asok-Montree, Phayathai, Sala Daeng, Phong Phraram, Narathiwat dan persimpangan Henri Dunant untuk mengisolasi demonstran yang tercerai berai di persimpangan Ratchaprasong.

    Pemerintah juga memperkuat pasukannya dengan mengirim tentara dan polisi ke persimpangan Sala Daeng. Guna menghindari kerusakan parah, sejumlah kantor dan pusat bisnis di lokasi itu diminta untuk tutup.

    CRES juga langsung menghentikan upaya kaus merah yang bersitegang selama empat jam dengan pasukan keamanan di jalan Vibhavadi Rangsit di dekat Memorial Nasional di distrik Lum Luk Ka di Pathum Thani. Dalam peristiwa itu, kata CRES, satu tentara tewas tertembak, dua lainnya bersama 17 demonstran terluka dalam baku tembak. Korban tewas bernama Pvt Narongrit Sala, anggota Divisi Infantry ke-9. Dia tertembak di bagian kepala oleh prajurit lainnya saat mengendarai sepeda motor menuju memorial Nasional ketika bentrokan berlangsung.

    BANGKOK POST | SUNARIAH,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.