Penumpang Mengaku Bawa Peledak, Pesawat Dialihkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para penumpang keluar dari pesawat Delta Air Lines di bandara Bangor, Maine, setelah seorang penumpang mengaku membawa bahan peledak di bagasinya (28/4). AP/Bangor Daily News, John Clarke Russ

    Para penumpang keluar dari pesawat Delta Air Lines di bandara Bangor, Maine, setelah seorang penumpang mengaku membawa bahan peledak di bagasinya (28/4). AP/Bangor Daily News, John Clarke Russ

    TEMPO Interaktif, Bangor - Seorang warga Amerika yang berada dalam penerbangan dari Paris ke Atlanta mengaku memiliki paspor palsu dan menyimpan bahan peledak di bagasinya. Akibatnya, otoritas setempat terpaksa memerintahkan penerbangan untuk dialihkan dan mendarat di Maine.

    Para pejabat yang menjadi sumber anonim The Associted Press, menduga paspor orang tersebut asli. Ada sekitar 235 penumpang dan 13 kru di Delta Air Lines Flight 273. Menurut juru bicara Delta Susan Elliott, pesawat tersebut mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Bangor pada pukul 15.30 waktu setempat.

    Otoritas Keamanan Transportasi mengatakan penumpang tersebut saat ini sedang diperiksa. Menurut keterangan seorang penumpang kepada CNN, setelah penumpang tersebut ditahan, para kru pesawat memindahkan penumpang ke bagian depan pesawat untuk mengosongkan bagian belakang.

    "Kami diberitahu ada bahaya dan ancaman yang dilakukan. Tetapi, selain itu, kami tidak diberitahu lagi secara rinci," ujar seorang penumpang, Adithya Sastry. Sastry mengatakan seorang penumpang yang duduk di sampingnya menjelaskan kepadanya bahwa remaja yang ditahan membawa tas ransel.

    Elliott mengatakan bahwa pesawat jenis Airbus A330 tersebut tetap berada di Bangor. Namun, pesawat tersebut direncanakan melanjutkan penerbangan e Atlanta.

    Menurut juru bicara Bandar Udara Internasional Bangor, Rebecca Hup, seluruh penumpang diturunkan dari pesawat karena itu merupakan penerbangan internasional dan para penumpang harus melalui cukai.

    AP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.