Telur-telur Beterbangan di Parlemen Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baliho kandidat Presiden Ukraina, Viktor Yushchenko (kiri) dan Yulia Timoshenko terpampang di Kiev, Ukraina, Selasa (05/01) WIB. Putaran pertama pemilihan Presiden Ukraina akan berlangsung pada 17 Januari mendatang. AP Photo/ Sergei Chuzavkov

    Baliho kandidat Presiden Ukraina, Viktor Yushchenko (kiri) dan Yulia Timoshenko terpampang di Kiev, Ukraina, Selasa (05/01) WIB. Putaran pertama pemilihan Presiden Ukraina akan berlangsung pada 17 Januari mendatang. AP Photo/ Sergei Chuzavkov

    TEMPO Interaktif, Kiev -Baku pukul di parlemen? Itu hal biasa. Parlemen Korea Selatan dan Taiwan langganan adu otot saat sedang bersidang. Parlemen negara bagian Perak, Malaysia yang dikenal dengan budaya Melayunya yang penuh petatah petitih juga pernah saling adu jotos. Tapi saling lempar telur di parlemen? Ini baru terjadi di Ukraina.

    Sidang parlemen yang tengah membahas perpanjangan masa sewa pangkalan Angkatan Laut Rusia di negara itu berlangsung rusuh. Tak cuma para politikus saling baku hantam, tapi bom asap juga dilemparkan, dan satu lagi: telur-telur busuk beterbangan.

    Ketua parlemen sampai harus berlindung di balik payung karena dilempari telur.
    Anggota parlemen dari kubu oposisi melempari ketua parlemen, Volodymyr Lytvyn, dengan telur secara bertubi-tubi. Dua staf Lytvyn pun melindungi bosnya dengan payung.

    Anggota parlemen dari kubu pemerintah rupanya juga ada yang menyimpan telur di sakunya, sehingga aksi saling lempar telur terjadi. Sidang hari itu pun berubah menjadi sidang yang mendengar "suara para telur". Sementara di luar gedung berlangsung unjuk rasa oleh ribuan orang dan stasiun televisi menayangkan drama seru yang mendongkrak rating itu.

    Namun, setelah aparat keamanan turun tangan, perdebatan bisa juga dilanjutkan dengan keputusan akhir mensahkan perpanjangan masa sewa Sevastopol selama 25 tahun. Suara yang mendukung perpanjangan berjumlah 236 dari 450 anggota parlemen.

    Sebagai imbalan ratifikasi itu, Rusia memberi pasokan gas yang lebih murah. Perdana Menteri Mykola Azarov menyebutkan harga gas yang rendah dari Rusia akan membantu anggaran mereka di tengah-tengah upaya Ukraina untuk mendapat pinjaman lunak dari Dana Moneter Internasionl (IMF). "Ini program pembangunan bagi Ukraina untuk masa depan," kata Azarov.

    Perpanjangan masa sewa ini dicapai di tengah-tengah membaiknya hubungan antara Rusia dan Ukraina setelah terpilihnya presiden pro Rusia, Viktor Yanukovych, pada Februari lalu. Presiden Yanukovych dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bertemu pekan lalu.

    Kubu yang pro Barat menentang keras pangkalan itu. Pemimpin kubu oposisi, Yulia Tymoshenko, mengatakan hari ini akan menjadi "halaman hitam dalam sejarah Ukraina dan parlemen Ukraina."

    BBC | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.