Raja Thailand Berjanji Bantu Tentramkan Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra berkumpul di bawah potret raksasa Raja Bhumibol Adulyadej ketika terjadi protes di Bangkok, Thailand, Sabtu malam, 13 Maret 2010. AP/Sakchai Lalit

    Pendukung Mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra berkumpul di bawah potret raksasa Raja Bhumibol Adulyadej ketika terjadi protes di Bangkok, Thailand, Sabtu malam, 13 Maret 2010. AP/Sakchai Lalit

    TEMPO InteraktifBangkok – Setelah berdiam diri sebulan lebih lamanya, Raja Thailand Bhumibol Adulyadej akhirnya muncul di televisi untuk pertama kalinya, Senin (27/4).

    Namun kemunculannya ini tidak secara langsung untuk mengakhiri kemelut politik yang melanda Thailand, melainkan untuk menghadiri acara pengangkatan hakim baru.

    Kendati demikian, dalam pidatonya yang berlangsung 11 menit, Bhumibol mengatakan akan membantu menjaga negara agar tetap aman. Dia juga menyentil beberapa pihak dengan mengatakan dalam negara banyak orang yang melupakan kewajiban mereka.

    Mengenakan setelah dan dasi abu-abu, raja 82 tahun itu, menyerukan agar para hakim menjadi contoh yang baik bagi publik agar diikuti. “Peranan hakim merupakan salah satu yang terpenting bagi bangsa” kata Bhumibol yang September tahun lalu di rawat ke rumah sakit karena menderita radang paru-paru.

    Dia juga menekankan agar para hakim yang baru diangkat bekerja dengan jujur. Mereka juga diharuskan membantu menjaga keadilan dan ketentraman negara.
    Sebelumnya kelompok oposisi, berusaha bertemu raja.  Namun sampai saat ini belum terwujud. 

    Adapun kelompok pro raja, kaus kuning, sudah merasa gerah dengan aksi demonstran kaus merah, yang merupakan mendukung bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Mereka mengancam akan melawan kaus merah untuk melindungi negara jika pemerintah tidak menghentikan protes.
    ,

    ABC NEWS | BUSSINESWEEK | SUNARIAH


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.